Kieru To Modoru – Aka Canovea

Iklan

Melawan Propaganda 2+2=5

Iwan Yuliyanto

Bismillah …

Di periode tahun kedua saya ngeblog di WordPress, asisten statistik WordPress.com telah menyajikan Laporan Tahunan 2014 untuk blog ini. Bahwa sepanjang periode tahun 2014, blog ini telah dilihat sebanyak 660,000 kali. Dan 4 dari 5 most viewed dalam periode tersebut adalah bicara tentang media dan jurnalisme.

Banyak tulisan dalam blog ini memang berupaya mengkritisi bagaimana media memberitakan. Salah satu most viewed adalah tulisan yang mengkritisi media TEMPO saat memberitakan praktek suap dalam pengurusan label halal. Saya mencoba memaparkan 7 kejanggalan dalam pemberitaannya yang secara tendensius mendiskreditkan MUI. Yang pada akhirnya TEMPO meralat tulisannya pada edisi berikutnya. Jurnal saya itupun oleh MUI diunggah dalam situsnya. Alhamdulillah, hal yang benar tersampaikan ke masyarakat luas.

Lihat pos aslinya 794 kata lagi

Toleransi Palsu, Buah Dari Racun Pluralisme

Semoga kita bisa mengambil pelajaran

Iwan Yuliyanto

Bismillah …

Prinsip toleransi yang ditawarkan Islam dan yang ditawarkan pengasong pluralisme sungguh sangat jauh berbeda lho. Gak percaya? Mari simak deh perbedaannya di bawah ini.

Bentuk toleransi yang ditawarkan Islam itu sudah berjalan ratusan tahun di masyarakat kita di Indonesia. Contoh sederhananya adalah sebagai berikut:
– Yang Muslim mempersilakan yang Kristen menjalankan misanya.
– Yang Kristen mempersilakan yang Muslim sholat dengan tenang.
– Saat Muslim belajar di Jepang, temannya yang beragama Buddha mencarikan tempat makan yang halal bagi temannya yang muslim.
– Yang Muslim membiarkan umat lain beribadah dan berhari-raya tanpa mengusik mereka.
– Pas yang Kristen merayakan Natal, kawannya yang muslim say hello kepadanya dengan bertanya “Bagaimana suasana Natalnya? Meriah nggak?” atau “Nanti malam kebaktian Natal di mana?” atau “Salam ya buat keluargamu yang kini berkumpul merayakan Natal”, dan sebagainya sebagai bentuk perhatian dan penghormatan, meski tidak mengucapkan selamat.
– Yang Muslim dan Kristen sepakati olahraga bareng…

Lihat pos aslinya 1.214 kata lagi

di sebuah sudut bernama sepi

jalan itu makin lengang saja
dulu sering kita lewati bersama
hanya batu kerikil basah, sehabis hujan
dan jejak tapak kita yang terhapus masa

jalan itu makin lengang saja
berharap ada derit sepeda dan gurau anak sekolah
atau angkot yang mengangkut pedagang sayur yang berdesak-desakan
dengan keranjang dan lobak dan sayur mayur
dan bau keringat tukang batu yang pulang

jalan itu makin lengang saja
ada banyak lobang menganga sehabis hujan dan batu kerikil
kemana perginya penguasa dan anggaran
dan pemerataan pembangunan yang didengungkan?
di desa kita kini sepi, hanya ilalang yang meninggi

jalan itu makin lengang saja
dulu gemerisik radio panasonic 2 band mencari gelombang
dan suara penyiar yang merdu menyapa pendengar
membuat hati melayang cinta platonikpun subur
suara penyiar kini, alay dan cempreng selalu diselingi iklan yang memuakkan berjubel

kini para lelaki yang merantau, mencari sesuap nasi yang diseret bahan bakar yang mencekik perlahan
yang tinggal hanya suara parau batuk perempuan tua bergigi kuning gambir
menyiangi halaman sendiri
dan perempuan-perempuan mudapun ikut pergi melalang buana,
mencari sejumput kehidupan
tanpa pencegahan, memiriskan

jalan itu makin lengang saja
hanya ada suara anak yang belajar mengeja terbata tentang nasionalisme
tentang kesejahteraan dan pemerataan
sementara sekolah mereka terbelah
genteng seperti musim gugur, berserakan
kelas-kelas yang kepayahan menahan usia
dimanakah penguasa dimanakah anggaran?

jalan itu makin lengan saja
hiruk pikuk tebaran janji pesta demokrasi
yang membanjiri kemarin dengan gigi-gigi yang sepertinya pemurah
kini meninggalkan gambar-gambar caleg yang melapuk
dan bau anyir, kepalsuan
kebohongan dan kemunafikan

Jalan itu makin lengang saja
dimanakah penguasa ? dimanakah anggaran?

4 Model Manusia & Kebahagiaan

 sumber : http://www.pkspiyungan.org/2014/11/4-model-manusia-kebahagiaan.html

Apabila kita perhatikan manusia, kita akan menemukan 4 model ini:

1. Orang yang taat dan hidupnya bahagia.
2. Orang yang taat tapi hidupnya susah.
3. Orang yang ahli maksiat tapi hidupnya bahagia.
4. Orang yang ahli maksiat dan hidupnya sengsara.

Bila anda berada pada nomor satu, itu hal biasa, karena Allah berfirman:

«مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ»

“Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, kmaka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (An Nahl: 97)

Bila anda berada pada nomor 4, ini juga hal biasa. Karena Allah mengatakan:

«وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى»

“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (Thaha: 124)

Adapun bila anda berada pada nomor 2, ini barangkali ada dua kemungkinan:

– Boleh jadi Allah mencintaimu dan Dia ingin menguji kesabaranmu, kemudian mengangkat derajatmu. Seperti firman Allah:

«وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَ بَشِّرِ الصَّابِرِينَ »

“Dan sunnguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (Al Baqarah: 155)

– Boleh jadi juga di dalam ketaatan anda ada celah dan dosa yang tidak anda sadari hingga anda terus menunda-nunda untuk bertaubat. Untuk itu Allah menguji anda supaya anda kembali kepada-Nya. Allah berfirman:

«وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ»

“Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (As Sajdah: 21)

Namun bila anda berada pada posisi ke tiga, berhati-hatilah! Karena barangkali itu adalah istidraj.

Ini adalah posisi terjelek yang dihadapi oleh seorang manusia dan akibatnya sangat mengerikan. Azab dari Allah pasti datang jika anda tidak mengambil pelajaran dan taubat sebelum nasi berubah menjadi kerak.

Allah berfirman:

«فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ»

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”. (Al An’am: 44)

Allah berfirman:

(وذكر فإن الذكرى تنفع المؤمنين)

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”. (Adz Dzariyat: 55)

(Zulfi Akmal)

diamlah

Duhai kalbu
melukis semesta
rindu-rindu menukik
putaran sel-sel, proton, nutron
pada pijaran inti nurani
masih saja”diamlah!” belaimu meredam gemuruh
pesona dunia yang membelenggu
“diamlah!”
biar tumbuh tunas sayap dipunggungmu
“diamlah!”
jika bentangnya menyentuh senja
kepakkan sekali tinggalkan dunia menuju langit ketujuh