DRAMA SATU BABAK

(pencahayaan temaram, ada sinar dari jendela dan lampu baca 5 watt menyorot kertas-kertas di meja yang agak berantakan)
Frand melangkah mendekati jendela dengan gontai.
“bukankah sudah kukatakan padamu, akulah player, akulah pemain hati, akulah liar?!!!”
( Frand berteriak sambari tangannya menunjuk tidak jelas arah, badannya berbalik, tangan menjambak rambutnya sendiri, nafasnya tersengal, lalu duduk di kursi di sudut kamarnya, dan berdiri lagi…)
“sudah kubilang jangan dekati aku..”
(suaranya geram..memukul angin)
“tapi kau nekad juga!”
(tangannya memukul meja di sudut kamar)
“jangan dekati aku….”
“kamu bodoh….!”
(Suara penyesalan, dan kembali menjambak rambutnya)
Ada penyesalan di hati Frand kenapa begitu tega memperlihatkan kemesraan dengan selvy di depan Enu.
Enu yang terlihat tegar di mata Frand ternyata begitu rapuh, hingga nekad ingin mengakhiri hidupnya.

(di stage yang lain, Enu terkulai, wajahnya pucat pasi karena kehabisan darah, sementara jarum infus menusuk nadinya mengalirkan cairan bening ke tubuhnya, Ibu tampak gelisah melihat kondisi Enu, serta adiknya mengamati sambil memijit-mijit tangan kanan kakaknya, sementara tangan kiri Enu berbalut perban, mEnutupi jahitan bekas luka sayatan di urat nadi)
“Enu, kenapa kau lakukan ini nak?” suara lirih Ibu Enu kelu
“Ibu mengirimmu ke sini kota hujan agar kamu bisa membanggakan Ibu,”
“Ibu ingin kau selesaikan kuliahmu dan..”
suara Ibu menjadi parau, ada buliran air mata yang hendak luruh namun segera disekanya dengan ujung lengan baju.
Kecintaannya pada anak perempuan semata wayang menambah kesedihan di lubuk hatinya.
(seorang suster masuk mendekati Ibu, dengan suara yang lembut mengingatkan bahwa jam bezuk sudah habis)
“maaf Ibu jam bezuk untuk pasien sudah habis, biar kami yang merawatnya bu” kata suster jaga kepada Ibu
“saya Ibunya nak, saya harus menjaga anak saya yang belum siuman itu..”pintu Ibu memelas
“ndak apa-apa Ibu, anak Ibu hanya terlelap karena obat penenang, nanti pasti siuman” suster meyakinkan Ibu
“tapi nak?,”
(tangan Ibu menggapai suster, dan mencengkeram dengan tatapan memelas)
(suster memandang Ibu dengan senyum, sambil melepaskan tangan dan mEnuntun Ibu keluar ruangan)

(belum sempat suster, Ibu dan adik keluar ruangan)
Tiba-tiba Frand menerobos masuk, membuat kaget Ibu, adik dan suster.
Segera suster memegang tangan Frand
“maaf mas jam bezuk sudah habis”
(Frand menyibakkan tangan suster sambil berteriak …
“Enu…. Maafkan aku Enu!”
“Enu kenapa kau melakukan ini Enu?”
“Enu bangun Enu!..”
“mas..mas maaf, silahkan keluar.. jam bezuk sudah habis, nanti mas boleh datang lagi..” suara tegas suster mengingatkan Frand.

Ibu sedari tadi memperhatikan Frand, seperti ada segumpal es menyelusup dalam hatinya, melumerkan kesedihan, terbayang peristiwa kerusuhan 1998.
(background stage, menyorot lcd projector film peristiwa kerusuhan 1998, peristiwa yang memporakporandakan banyak keluarga, termasuk keluarga Ibu, ada suara jeritan di sana, anak yang terpisah dengan keluarga, keluarga yang kehilangan anggotanya)
Ibu berusaha berdiri mendekat memperhatikan dengan seksama sosok yang sedang menyesali kelakuannya di hadapan anaknya.
Meskipun Ibu sendiri tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Ditangkupkan tangan ke mulutnya, “Frand… engkaukah ini” bisik kepada dirinya sendiri.
“Frand…?!” Ibu menyebut nama itu agak keras, yang empunya nama menoleh sejenak, dan tidak percaya terhadap apa yang dilihatnya,
Narrator : terbayang kembali peristiwa itu, ketika itu usianya baru 10 tahun, pulang dari sekolah semuanya berantakan, dia kehilangan Ibu dan adik-adiknya, dan kemudian dia mendengar ayahnya telah jadi korban peristiwa itu. Sementara dia tidak tahu kabar Ibu dan adik-adiknya. Sampai kemudian dia diangkat anak oleh sebuah keluarga tentara.
“Ibu…, ini Ibu……?” Frand segera memeluk Ibunya dengan berurai air mata, Ibupun seakan tidak ingin melepas lagi putranya yang dulu hilang…..
Enu yang terbangun karena ribut-ribut , hanya tertegun mendengar Frand memanggil Ibu dan memeluk ibunya.

Iklan

pinta anak bidadari

nelayan di buritan berseru
hai lihat serombongan camar terbang menuju senja
hendak kemana akan dituju?
kenapa begitu riang?
kenapa begitu gembira?
seekor camar yang mendengar pertanyaan itu menoleh dan tersenyum menjawab “kami hendak mengantarkan pinta”
pada siapa dan tentang apa?
tidakkah kau dengar tentang Penguasa Malam yang mengabulkan semua pinta?
Kami hendak mengantarkan pinta anak bidadari
Apa ? anak bidadari ? kami sudah lama tidak menjumpainya kata nelayan
Ya, anak bidadari kemarin dia meminta seorang pangeran khayangan, bukankah selayaknya permintaan baik itu kita bantu untuk menyampaikannya? jawab camar itu
Ya, selayaknya demikian, tapi kami harus menjala ikan untuk anak istri kami
dan petunjuk banyak ikan adalah kalian, bagaimana kami menandai sekelompok ikan? tanya nelayan
sudah kusampaikan pada ikan untuk mendekat pada kalian, baiklah kami harus pergi
terimakasih, sampaikan pada Penguasa Malam kami ikut serta berdoa untuk terkabulnya pinta itu !
dan serombongan camar itupun terbang ke arah senja
membawa pinta anak bidadari , dalam gulungan kertas suci

dIGiTaL wOrLd

google

Dunia maya..
Aku merasa begitu absurd dan kemudian terasing
Kadang kurasakan sentuhannya begitu manis lembut..selembut isi roti sus rasa moca
Aku begitu menikmati kelembutan itu, sentuhan itu..hati terbawa dan bertanya inikah nyata?
Atau hanya belaian angin malam yang walaupun sejuk membuatku masuk angin dan meriang
Kadang ada bisikan rindu, rindu yang sangat, seperti melihat rembulan bundar dan purnama begitu dekat, sangat dekat ..tapi tak terjangkau

Di saat lain membuat jantung berdegup, dag dig dug..talu bedug di surau sebelah rumah tidak sekencang ini, ini seperti hampir meledak.. seperti balon besar yang menggelembung besar sampai ku merasa sesak tiba-tiba kempis dan akupun terhisap

Aneh, sangat aneh seperti terlempar ke padang tundra tanpa pepohonan dan sekejap kemudian ku kedinginan dan menggigil seperti salju yang tiba-tiba turun ketika kau berjemur di pantai
Seperti berjalan di padang pasir berharap tukang es cendol lewat, meneguk kemanisannya dengan harga murah

Aneh, melihat dan mengamati, dilihat dan dimata-matai, bersuara tak tik tuk dan dikomentari dan kitapun tertawa sangaat lepas, lepas sekali seperti mendengarkan lagu cadas dengan volume keras, tanpa mengganggu tetangga walau kita merasa kamaar kita akan jebol
Kadang menggelitik, kita kegelian dan tersipu sampai menutup muka bahkan terkadang pakai bantal

Apakah kau juga merasa seperti itu?
Adakah kejujuran di dalamnya?

Karena semua terlihat ternyum dan tertawa, menyapa dan bercanda, berjabat dan merangkul, seperti teman atau sahabat lebih dekat bahkan seperti sepasang kekasih
Adakah kau yakin akan itu semua ? tentang.. … ya…….segala tentang… yang ada di dalamnya

Seperti dunia nyata maybe,
bahwa di dalamnya ada hitam dan putih, ada merah dan kuning, ada biru dan hijau, ungu mungkin atau coklat atau kau suka warna lain ? boleh ..boleh..ya orange kita suka orange..
begitu beragam indah terjalin, kadang kontras dan kontradiktif, berbenturan keras, kemudian amarah, kalau di dunia nyata, terluka bisa fisik atau jiwa..
di sini luka tidak kentara,
tidak terlihat, meskipun berdarah-darah,
parah dan bisa jadi menggelepar seperti ayam potong pak jono penjual soto, setiap sore dia memotong dua ayam kampong dibelakang rumah, dan melemparkannya dalam kurungan dan membiarkannya ayam menggelepar memercikkan darah kemana-mana dan pak jono tidak peduli hingga sampai ayam itu berhenti bergerak..
tidak sampai itu saja..telah disiapkan air mendidih untuk mengulitinya….sakit…sakit sekali

Nasehat buat adekku
Dek, sudahkah kau mengerti tentang itu semua?
Sudahkah kau belajar konsekuensinya?
Sudahkah kau persiapkan jauh di dalam lubuk hatimu, p3k kalau terluka
atau ambulance atau mungkin rumah sakit canggih yang bisa mereparasi hati?
Dek, dunia ini kadang kejam, kejam dengan bungkus warna-warni mempesona,
kalau tidak bisa melihat isi kau tertipu,
meraih keindahan dalam racun yang melumpuhkan,
menggerus rasa bahkan mematikan cita-cita, tidakkah kau tahu dek?

Dek, sudahkah kau tahu tentang cara memilih dan memilah?
Yang pait dan yang manis?
Yang nyata dan hanya bayang-bayang?
Yang perangkap dan yang tulus?

Aku sedang tidak membicarakan sesuatu yang putih
Aku sedang membicarakan sesuatu yang hitam dan abu-abu

Nasehat itu bukan untukmu saja dek, tapi untukku terutama untukku
Aku akan membagi hatiku dalam bilik-bilik
Dan kusiapkan gembok tanpa kunci
Sehingga bila satu bilik hatiku luka
Aku akan menggemboknya
Tanpa pernah lagi membukanya
Kecuali hanya untuk melihat pintu kenangan

Sudahkah kau tahu itu dek?

do you really care?

beberapa waktu lalu kepala kantorku mengumpulkan kami semua di aula
kemudian menyampaikan bahwa betapa setiap instansi sekarang sedang disorot dan bahkan dibidik oleh banyak mata kepentingan dan telinga harapan
kejadian akhir-akhir ini mutasi tanpa promosi dan lepas jabatan
menjadi indikator makin banyak anggota organisasi yang lebih mementingkan
perutnya sendiri sehingga melanggar batas aturan
akibatnya punishment dijatuhkan
big bos tidak ingin kejadian tidak mengenakkan itu menimpa keluarga besar instansi kami
oleh karena itu beberapa waktu lalu top manajer kami dikumpulkan dan inilah oleh-olehnya
sebuah pertanyaan, ya hanya sebuah pertanyaan yang kalau kita resapi bisa berarti banyak
tidak hanya bagi keluarga besar instansi kami
tapi itu bisa bermakna ganda
pertanyaan itu

DO You really care ?

kita telah hidup dan besar bersama-sama dalam instansi ini
sudah bertahun-tahun pernah di puncak kemudian terpuruk dan kemudian bangkit lagi dengan perjuangan yang bisa dibilang agak menyakitkan
tapi kemudian setelah semuanya kembali normal
satu-satu mulai ada yang bermain dan mereguk kemanisan yang haram

DO You really care ?

yah do you really care? tidakkah kamu merasa menjadi keluarga besar
keluarga yang saling menjaga dan tidak berbuat membahayakan anggota lain ?
tidakkah kamu care untuk saling maju bersama instansi dan keluarga besar instansi untuk tujuan yang lebih besar lagi
kenapa ada yang tega bermain-main menggerogoti pondasi institusi
maka kami tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan
tindakan yang mungkin keras, sehingga menjadi pelajaran bagi yang lain

DO You really care ?

memang kalau bicara care
tentang care tidak hanya institusi
kita manusia, kamu dan aku juga, ketika berinteraksi dengan sesama
kemudian diajukan pertanyaan ini benarkah di dalam hubungan pergaulan ini
kita benar-benar dalam rangka care terhadap sesama
atau jangan-jangan kita hanya ingin eksis saja
ingin mengambil keuntungan
ingin mengambil pengaruh
ingin disegani
ingin mendapatkan sesuatu (entah apa)
atau keinginan-keinginan yang lain
kepentingan-kepentingan yang lain
maka
kembali ke diri kita, ke lubuk hati kita
dan mengulang kembali pertanyaan itu

DO You really care ?

entahlah…… terserah kamu saja

Berwisata tidak harus mahal (Sebuah perjalan wisata yang tidak sengaja)

Ceritanya lagi ada gawean di Jepara Jawa Tengah, beberapa hari.
Ndak sendirian sih,    (artinya ada temen gitu)

Jenuh khan, kalau kerja teruus, biasanya kalau udah gitu cari-cari kegiatan hiburan.
Kebeneran waktu itu ada tanggal merah di antara hari kerja.
Habis sarapan, pagi-pagi akhirnya kamipun (saya dan seorang temen) jalan-jalan.
“Enaknya jalan-jalan kemana ya?”
“ke alun-alun sudah”
“muterin hotel sudah”, kebiasaanku kalau di luar kota kalau pagi-pagi emang suka jalan-jalan lumayan untuk memperlancar peredaran darah.
“eh, gimana kalau kita ke pantai kartini? Khan ndak terlalu jauh dari hotel, (kami nginap di hotel Japara Indah), paling 15 menit atau 20 menit jalan gimana?”
dia setuju “oke, lets go

kamipun menyusuri trortoar jalan, ke arah pantai… masih lengang…. ,
sekali-sekali menjumpai rumah dengan anyaman jala berarti udah deket pantai    … ya kampung nelayan
beberapa saat aroma pantai yang khas menyengat hidung, dan deburan ombak  terdengar, indah…byuuuur…ssrrkskrkkk byuuur ….ssddrrkkk..debyuuur  (gimana ya cara nulis suara debur.. 😉  ?)
nikmat sekali rasanya… (camar suka pantai… )

memasuki kawasan pantai kartini, kami disuguhi landscape
kura-kura raksasa yang anggun mendongak ke langit ciri khas pantai kartini,
mbayar tiket Rp10.000,00 berdua kami masuk kawasan pantai kartini
sayang  ndak masuk ke dalam kura-kura raksasa, entah apa isinya di sana?
mungkin akan lebih menarik wisatawan kalau ada theater IMAX-nya,
dengan film-film 3 dimensi atau 4 dimensi (ada ya?.. 🙂 , investasinya mahal kali ya?)

asyik jalan sana jalan sini menikmati pantai…
tiba-tiba terdengar pengeras suara memanggil-manggil… “pulau panjang… pulau panjang.. “
ya .. pulau panjang … tidak terlalu jauh dari pantai kartini.. kelihatan… dari pantai
dan menarik hatikami berdua
kami mendekat dan bertanya pada operator berapa tiket bolak-balik naik perahu ke pulau panjang
“dua puluh lima ribu … saja”
“kita ke sana ?” tanya temanku …. “ayoooo…”

asyyiiik… sik…asyiiiik … naik perahu….
Segerombolan camar menemani… mengiringi perahu
(sepuluh menit atau… lima belas menit..)
dan suara-suara laut…. Aroma..laut… warna..laut….  tarian air laut…
siik..syiik …asyiiiik…. Perahu melaju ikuti …. Dendang tari air laut…
(seperti dendang Dion di Indonesian Idol)

dan keindahan serta keramain pengunjung di pulau panjang…
laut nya yang jernih dan pasir putihnya… wow amaizing
lari-lari di pasir putih dengan kaki telanjang
berenang di air laut yang jernih.. segeer
sayang fasilitas ganti dan air mandi ..entahlah ??!
lihat gambar..e…foto …. aja ya… lets check it dot……Image

perjalananku

Beberapa hari ini saya tugas ke singkawang, sebuah kota yang kata orang identik dengan amoi ceilaaah, dengan imlek, barongsai, klenteng, sembayang kubur dan lampion yang menambah indah suasana malam di kota Singkawang. Tentu akan membosankan jika bercerita tentang pekerjaan, walaupun menurutku asyik bertemu orang-orang, mendengar keluhannya, mencarikan jalan keluar dari permasalahan (solusi rekomendasi) Ada keengganan pada mereka pada awalnya, sindroma masa lalu di datangi pegawai pemerintah, seperti kami, pasti membawa masalah mencari masalah. Apa boleh buat stigma seperti sudah menjadi bagian dari perjalan sejarah kami. Hari ini hari terakhir perjalanan ke suatu negeri bagian ujung, dari sebongkah besar bagian apa yang disebut zamrud katulistiwa, borneo. Hari terakhir yang ditutup dengan jalan-jalan ke pantai tadeo yang eksotik. Walaupun cuaca tidak mendukung tetapi hadiah merah saga senja begitu memukau saat di jepret, walaupun hanya kamera poket. (sudah lihat foto ilustrasi..?, cantik bukan ?)

Jangan bertanya ngapain ke ujung pulau, hanya tugas rutin mengujungi yang harus dikunjungi (mbulet). Ngaak usah dongkol deh, …biasa aja.

Tapi terus terang saya agak bingung menceritakannya….

Suasana senja,