dalam hening dan gelora

ketika akhirnya ku harus sendiri
kenapa harus risau
bukankah pada akhirnya ku akan sendiri
menapaki sebidang tanah yang tak lagi tumbuh bunga

ketika akhirnya ku harus sendiri
kenapa menakutkan sepi
bukankah malam-malam yang lalu
selalu kuhirup suara jengkerik dan dingin yang menderu

ketika akhirnya ku harus sendiri
mungkin batu nisan saja yang akan menemani
dan kuakan sibuk sendiri
menghitung jari peruntungan amal
tak perlu kehadiranmu
atau candamu
bahkan senyummu

dalam hening
dan gelora

pontianak 21 agustus 2014

Iklan

kalau bukan karena cinta

bungahati1kalau bukan karena cinta
tak mengapa engkau tidak menyapa
kalau bukan karena sayang
tak mengapa engkau diam membisu
kalau bukan karena kasih
tak mengapa engkau tidak memandangku
kalau bukan karena rindu
tak mengapa engkau bahkan tak menolehku
asal jangan pernah engkau membenciku
karena semua ini tentang cinta

tentang cinta yang lain

akan kukatakan apa

Ketika cinta harus berbuat?
Apakah akan kubiarkan engkau dengan lukamu?
Atau kubiarkan kau terjatuh?

Mungkin tiada indah kata-kataku
Bahkan pahit terasa
Seperti pisau bahkan, menoreh

Tapi bukankah cinta harus menerangi
Dan tidak membiarkan kegelapan
Bukankah cinta menunjukkan jalan?
Pada tujuan tentang bahagia?

Atau harusnya tak kukatakan cinta saja
Dan membiarkan diriku terluka?
Membiarkanmu terluka?

Aku hanya bilang cinta
Bukankah kau ingin cinta?
Bukankah kita ingin cinta?

Tapi cintaku tidak seperti sakarin
Yang manisnya mengandung racun
Cintaku seperti jamu
Kau tahu itu
Menghilangkan mabuk
Menghilangkan duka

Rengkuhku tidak selembut iklan di tv
Kata-kataku tidak sepiawai salesman

Itulah cintaku
Cinta sejatiku

melapuk

pada akhirnya semua akan melapuk, tua dan mati
tiada lagi keranuman
atau bunga-bunga seperti bocah yang menari di bawah hujan
atau tatapan binar sunrise yang menembus embun
atau gadis yang berlari riang dengan payung merah
semua redup
semua layu
kunamakan ini keniscayaan

biarlah rindu dan cinta terbang
ke angkasa
yang akan dipetik
bocah pemilik zaman, esok
kunamakan ini kenangan

Image

cerita malam

pejam mata
dengar desau
debur dan rembulan
kilau laut
lentera di kejauhan
senandung pantai
pasir bertutur
ambil pena
tulis puisi
cukup sebait
tentang lukisan
lukisan hati
tetap saja
rindu diam
tak beranjak
biarkan saja
nikmati saja

sayang 4 (salam)

kupindahkan dari sayang 2, karena terlalu panjang.
Agar tidak bosan membacanya.

rindu yang memerah putik tuk jadi buah
rindu yang memerah putik tuk jadi buah

Rinduku padamu

rinduku padamu
bagai kuncup bunga yang menatap mentari
ingin menyapa menyebar wangi
tapi tertahan waktu
adakah engkau sabar menanti
dan memberiku embun ?
Jum’at, 30 Oktober 2009

 

hadir

bila memang ingin
kenapa sembunyikan
Jum’at, 22 Mei 2009


dimana akal sehatku

lucu sekali aku ini
kutukar harga diriku dengan batu
Senin, 16 Maret 2009

harapan

bagi hati
seperti apa sejatimu
kokohkan
Senin, 09 Maret 2009

salam

Assalamu’alaikum
sampaikan…
adalah awal
ketika hati ingin ditautkan
pada
kehendak baikmu

jalani saja….
Senin, 09 Maret 2009