mudik terindah adalah ke fitrah

beduk mengiringi takbir bertalu
ramadhan penuh berkah berlalu
meleleh butiran bening haru
gemuruh hati bertanya malu
Al-qur’an apakah disentuh selalu

pada hari-hari kembali fitri
ketika khilaf diri menemukan muara dari orang-orang yang baik hati
memaafkan dan dimaafkan
maka menjadi patut dan layak
diri mengulur tangan sambil dengan getar hati
meminta maaf atas khilafku lahir dan bathin
mari ke fitrah insani

hidayah

kalau tidak karena ayat ini

” Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah / petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah lah yang maha memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Al-Qhashas : 56)

duhai orang-orang yang kusayangi,
betapapun sangat inginku,
sampai meleleh airmatakupun
Hanya Allah Yang Kuasa memberi hidayah
karena usahamu
kesungguhanmu yang dapat mendekatkanmu kepada hidayah itu
aku hanya bisa mengiringimu dengan doa-doa

 

kalau bukan karena cinta

bungahati1kalau bukan karena cinta
tak mengapa engkau tidak menyapa
kalau bukan karena sayang
tak mengapa engkau diam membisu
kalau bukan karena kasih
tak mengapa engkau tidak memandangku
kalau bukan karena rindu
tak mengapa engkau bahkan tak menolehku
asal jangan pernah engkau membenciku
karena semua ini tentang cinta

tentang cinta yang lain

akan kukatakan apa

Ketika cinta harus berbuat?
Apakah akan kubiarkan engkau dengan lukamu?
Atau kubiarkan kau terjatuh?

Mungkin tiada indah kata-kataku
Bahkan pahit terasa
Seperti pisau bahkan, menoreh

Tapi bukankah cinta harus menerangi
Dan tidak membiarkan kegelapan
Bukankah cinta menunjukkan jalan?
Pada tujuan tentang bahagia?

Atau harusnya tak kukatakan cinta saja
Dan membiarkan diriku terluka?
Membiarkanmu terluka?

Aku hanya bilang cinta
Bukankah kau ingin cinta?
Bukankah kita ingin cinta?

Tapi cintaku tidak seperti sakarin
Yang manisnya mengandung racun
Cintaku seperti jamu
Kau tahu itu
Menghilangkan mabuk
Menghilangkan duka

Rengkuhku tidak selembut iklan di tv
Kata-kataku tidak sepiawai salesman

Itulah cintaku
Cinta sejatiku

BILA

(pengingatku)

Bila waktu telah berakhir (OPICK)

Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yg sementara
Bagaimanakah bila semua hilang
Dan pergi meninggalkan dirimu

Bagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masihkah ada jalan bagimu
Untuk kembali mengulangkan masa lalu

Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yang ada akan kembali padaNya

Bila waktu tlah memanggil,
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi