kerinduan

 

kerinduan

labaik allahumma labaik
labaik la syarikala labaik
inal hamda wanikmata laka walmulku
lasyariikala labaik

Iklan

http://bonekabercerita.blogspot.com/2013/04/nenek-penjual-tempe.html

Nenek Penjual Tempe
Tuhan selalu punya jawaban atas doa seseorang. Jawaban doa itu bisa iya, bisa tidak, atau.. Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk umat-Nya, seperti dalam kisah berikut ini.

Di sebuah pinggir kota, hidup seorang nenek yang hidup seorang diri. Untuk dapat menyambung hidup, nenek tersebut berjualan tempe setiap hari. Pada suatu hari, sang nenek terlambat memberi ragi, sehingga tempe tidak matang tepat pada waktunya. Saat daun pisang pembungkus tempe dibuka, kedelai-kedelai masih belum menyatu. Kedelai tersebut masih keras dan belum menjadi tempe.

Hati sang nenek mulai menangis. Apa yang harus dilakukan? Jika hari ini dia tidak bisa menjual tempe tersebut, maka dia tidak akan dapat uang untuk makan dan membeli bahan tempe untuk esok hari. Dengan air mata yang masih mengalir, sang nenek mengambil wudhu lalu salat Subuh di rumahnya yang sangat kecil dan memprihatinkan.

“Ya Allah, tolong matangkan tempe-tempe itu. Hamba-Mu tidak tahu harus berbuat apalagi untuk menyambung hidup dengan cara yang halal. Hamba tidak ingin menyusahkan anak-anak hamba. Kabulkan doa hamba-Mu yang kecil ini ya Allah..” demikian doa sang nenek dengan linangan air mata.

Setelah selesai salat Subuh, sang nenek membuka daun pisang pembungkus tempe, tidak ada satupun yang matang. Keajaiban belum datang, doanya belum dikabulkan. Tetapi sang nenek percaya jika doanya akan terkabul, sehingga dia berangkat ke pasar saat matahari belum bersinar, mengejar rezeki dengan menjual tempe.

Sesampai di pasar, sang nenek kembali membuka pembungkus tempe. Masih belum matang. Tak apa, nenek tersebut terus menunggu hingga matahari bersinar terik. Satu persatu orang yang berbelanja berlalu lalang, tetapi tak ada satupun yang mau membeli tempe sang nenek. Matahari terus bergerak hingga para pedagang mulai pulang dan mendapat hasil dari berjualan.

Tempe dagangan penjual lain sudah banyak yang habis, tetapi tempe sang nenek tetap belum matang. Apakah Tuhan sedang marah padaku? Apakah Tuhan tidak menjawab doaku? Begitulah rintihan hati sang nenek, air matanya kembali mengalir.

Tiba-tiba, ada seorang ibu yang menghampiri sang nenek. “Apakah tempe yang ibu jual sudah matang?” tanya sang pembeli.
Sang nenek menyeka air mata lalu menggeleng, “Belum, mungkin baru matang besok,” ujarnya.

“Alhamdulillah, kalau begitu saya beli semua tempe yang ibu jual. Dari tadi saya mencari tempe yang belum matang, tetapi tidak ada yang menjual. Syukurlah ibu menjualnya,” ujar sang pembeli dengan suara lega.

“Kenapa ibu membeli tempe yang belum matang?” tanya sang nenek dengan heran. Semua orang selalu mencari tempe yang sudah matang.

“Anak laki-laki saya nanti malam berangkat ke Belanda, dia ingin membawa tempe untuk oleh-oleh karena di sana susah mendapat tempe. Kalau tempe ini belum matang, maka matangnya pas saat anak saya sampai ke Belanda,” ujar sang ibu dengan wajah berbinar.

Inilah jawaban atas doa sang nenek. Tempe-tempe itu tidak langsung matang dengan keajaiban, tetapi dengan jalan lain yang tidak dikira-kira. Ingatlah sahabat, Tuhan selalu punya jawaban terbaik untuk doa umat-Nya. Kadang sebuah doa tak langsung mendapat jawaban. Kadang doa seseorang tidak dijawab dengan ‘iya’ karena Tuhan selalu punya rencana terbaik untuk hamba-Nya.

hati dan semesta

cengkerama kitaSayang mari kita bicara tentang semesta
tentang nebula dan gugusan juta pangkat sejuta  atau triliun bintang-bintang
tentang keluasan bentang bintang-bintang yang mengembang
ini tentang keriuhan dalam kesenyapan
kita bisa membicarakan ini berhari-hari
tapi adakah arti membicarakan semesta tanpa bicara tentang galaksi
bukankah pusat semesta adalah galaksi-galaksi?
sayang ada bermilyar galaksi disana
dan setiap galaksi tempat berjuta bintang berotasi?

Sayang mari kita bicara tentang galaksi
tentang adromeda, bima sakti, sombrero,  black eye,  Omega Centauri dan galaksi-galaksi
tentang semua galaksi dan bentuk-bentuk
mereka  seperti menari, gemulai dan beraturan dan indah
sayang apalah arti semua galaksi tanpa kita membicarakan bima sakti, melkyway kita
bukankah dari semua galaksi, bimasakti yang lebih dekat?
Bima Sakti adalah galaksi spiral yang besar termasuk dalam tipe Hubble SBbc yang memiliki 200-400 miliar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1000 tahun cahaya
amazing untuk sebuah galaksi, dan takjub dan takjub
lihatlah di sana ada tatasurya kita

Sayang, lihatlah sekali lagi lihatlah
dengan satu bintang dan benda-benda langit yang berputar tanpa cahaya
dan satu bintang itu kemudian kita menyebutnya surya
dan kita mengaguminya ketika dia datang dan pergi
pendarnya membuat kita terpesona
fajar dan senja, kita sering membicarakan ini pada setiap ketukan keyboard kita
tanpa bosan, tanpa bosan
dan…lihatlah benda-benda langit yang tak bercahaya yang mengiringi surya
mereka berotasi dengan hidmat
dengan warna dan tekstur beraneka
kau katakan apa tentang itu semua, lukisan maestro
dan ketika purnama kau akan bercerita tentang penjelajahanmu
menyinggahi satu demi satu planet kita
kau bilang dari yang terjauh dulu pluto, ah ada planet lain katamu ya
neptunus yang biru, uranus biru muda, saturnus dengan cincinnya
kau bilang kau akan berselancar di cincinnya..
yupiter, kau katakan seperti adukan coklat susu kesukaanmu, hm
mars yang merah…
hai kutanyakan kenapa kau menyinggahi dari yang jauh dan menuju kematahari
aku ingin menjemput cahaya katamu
aku suka sekali jawabanmu
kau lewati bumi, kenapa?
Lho aku khan pulang kesitu nantinya… ah iya ya
venus lalu merkurius
dan lalu kau tenggelam dalam cahaya matahari

Ah mari kita bicara bumi saja, benda langit paling ajaib, magic, wow..
semua takjub, kita meminjam mata para astronot yang sedang mengorbit bumi
dengan kecanggihan teknologinya transportasinya
lihatlah betapa indahnya bumi, earth
bola biru berselimut air bersamudera berselaput awan
berotasi berevolusi
putaran mengelilingi matahari itu membentuk pemandangan sebentuk cincin cahaya
dengan bermata kilau luar biasa diantara gelap terang bumi
mari kita mendekat lagi ke bumi
kita tembus lapisan demi lapisan langit bumi
exosphere, ionosphire, thermospher, mesosphere, stratosphere, troposphere
hai.. ada apa dengan benda ini?
kenapa begitu banyak lapisan pelindungnya
sehingga apabila ada benda langit yang kesasar dia akan menghancurkannya menjadi kepingan-kepingan kecil dan jatuh ke bumi sebagai batu meteor yang kecil saja
dan lihatlah akibatnya, yang sudah dihancurkan berkeping-keping itupun
ketika jatuh ke bumi berdebum menggelegar membentuk kawah seperti di Vredefort Dome, Afrika Selatan, Kawah Chicxulub, Meksiko, Kawah Woodleigh, Australia
betapa kokohnya lapisan pelindung ini, seandainya tidak
maka yang terjadi bumi menjadi bopeng seperti bulan berkawah-kawah
dan lenyaplah penghuninya
sayang mari kita tembus lapisan demi lapisan atmosfir ini
kita berenang di antara awan
dan lagi-lagi takjub itu menyelimuti
kenapa dia begitu konsisten pada garis lapisannya
mereka berarak berlapis-lapis
padahal dalam sebentuk yang sama yaitu awan
ya awan itu berlapis-lapis
dan lihat ketika kau terbang senja atau fajar
sinar matahari menembus disela-selanya
dengan binar pendar warna beraneka
biru, violet, kemilau jingga dan merah kemudian kuning..indah sekali..indah sekali
kalau kau terbang senja maka ketika turun lagi
kan kau dapati bumi gelap dan kemudian akan kau lihat
kerlap-kerlip cahaya dipermukaan seperti segerombolan kunang-kunang
cahaya biru tidak terlihat
ketika kau terbang fajar maka ketika kau turun dari lapis-lapis awan
kau dapati bentangan cahaya biru berpendaran di timpa sinar matahari berkilau-kilau
ya, dia samudera, lautan kita bumi yang indah ini diselimuti 70 persen air
dengan bumi kita menjadi hidup
kau tahu kan, di dalam laut berjuta biota hidup di sana
aku takjub ketika dikabari dua rasa air bertemu di sana dan terdidingi tanpa bercampur
banyak yang masih mejadi misteri disana
dan itu semua untuk kita, manusia
dan daratan
tempat kita berpijak dan bercengkerama
adakah yang lebih indah dari daratan?
dengan berbagai bentuk dan tumbuhan, hutan, padang savana, gurun, tundra
beraneka warna bunga itu semua untuk kita
lalu pantaskah kita bicara itu tanpa bicara kita?
makhluk penghuni semesta dunia?
berjuta buku atau bermilyar bahkan bercerita tentang kita
kenapa? Karena kita unik, kita luarbiasa, kita sempurna
cobalah tengok bentuk kita, sebaik-baik bentuk bukan?
kita punya akal yang sempurna
dengannya kita bercerita tentang sebelum jadinya kita
dalam rahim ibu kita, bayi kita, anak-anak kita, remaja kita dan dewasa kita
dengan beribu topik berjuta tema
dengan akal kita, jadilah pakaian kita berjuta bentuk dan warna
jadilah rumah kita, jadilah kendaraan kita,
jadilah sesuatu yang kemudian kita sendiri bertanya kok bisa ya… teknologi amazing

dan apalah arti itu semua bagi kita? Apakah semua itu berarti bagi kita?
ya arti kau tahu apa yang menjadikan semua itu berarti?
setelah semua pembicaraan ini?
maka ada sesuatu, sesuatu yang menjadi inti semua ini
sesuatu yang menjadikan semuanya punya makna dalam kehidupan
yaaa benar sekali, benar sekali jawabanmu
dialah hati
segumpal darah, yang jika dia baik semua alam dan seisinya  menjadi indah dan baik
jika dia buruk maka menjadi buruklah semuanya
tidakkah kita ingin membicarakannya?
tidakkah inti semua pembicaraan ini ada pada segumpal darah
ada pada hati
karena di sana semua keberadaan tertampungkan
karena Keluasan dan kedalaman ada pada hati
rasa dan keindahan hiasan dindingnya
semesta raya tertampungkan
bahkan surga dan neraka
karena disana ada ilham, ada suara Allah
tempat kita mencari jawab tentang semua tanya
sebab di sana kita pernah berikrar
tentang pengakuan bahwa kita hanyalah makhluk-Nya
bahwa disanalah harusnya ketika mencari jawab tentang fitrah kita
karena disanalah kita bisa hening
disanalah cinta yang hakiki bersemayam
disanalah suara kebenaran bersumber
jika kamu benar mencarinya
jika kamu benar mendengarnya
jika kamu benar menginginkannya
mari bicara keluasan dengan hati dan sujud tersungkur keharibaan Ilahi

Allah – Rabbul’alamin

Allah,
hamba hanyalah makhluk-Mu
yang Kau cipta dari setetes air mani yang hina yang bercampur
lalu Kau sempurnakan hamba dalam rahim Ibu
9 bulan penantian
dengan segala keajaiban kejadian (http://lailizah.tripod.com/proses_kejadian_manusia_menurut_al-Quran.htm)
nutfah
alaqoh
mudghoh
idhomah
lahm

kini hamba disini
dengan segala kebodohan
lupa kejadian
mengabaikanMu

berilah hamba kesempatan
mengenalMu dan mencintaiMu
berilah hamba petunjuk

Iman Terhadap Rububiyah Allah

oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Iman terhadap Rububiyah Allah, artinya mengimani bahwa Allah semata sebagai Rabb, tidak ada sekutu dan pembantu bagi-Nya. Rabb artinya adalah yang mencipta, menguasai, dan memerintah. Itu artinya tidak ada pencipta selain Allah. Tidak ada penguasa selain Dia. Tidak ada perintah kecuali wewenang-Nya. Allah ta’ala berfirman,

أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ

“Ingatlah, segala penciptaan dan urusan adalah menjadi hak-Nya.” (QS. al-A’raaf: 54).

Allah berfirman,

ذٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ

“Yang berbuat demikian itu adalah Allah Rabb kalian, milik-Nya lah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain-Nya tidak memiliki apa-apa walaupun hanya setipis kulit ari.” (QS. Fathir: 13)

Tidak pernah diketahui ada seorang pun di antara manusia ini yang mengingkari rububiyah Allah Yang Maha Suci kecuali karena faktor kesombongan dan tidak dilandaskan dengan keyakinan atas apa yang diucapkannya. Hal itu sebaagaimana yang terjadi pada diri Fir’aun ketika dia berkata kepada kaumnya,

أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ

“Aku adalah Rabb kalian yang paling tinggi.” (QS. an-Nazi’at: 24).

Dan dia mengatakan,

يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُم مِّنْ إِلٰهٍ غَيْرِي

“Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui bagimu ada sesembahan selain diri-Ku.” (QS. al-Qashash: 38).

Akan tetapi apa yang diucapkannya itu bukan muncul dari keyakinan hatinya. Allah ta’ala berfirman,

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا

“Mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini kebenarannya.” (QS. an-Naml: 14).

Musa berkata kepada Fir’aun, sebagaimana dikisahkan oleh Allah tentang ucapannya itu,

لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنزَلَ هٰؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بَصَائِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا فِرْعَوْنُ مَثْبُورًا

“Sungguh kamu telah mengetahui dengan sebenar-benarnya bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Rabb yang memelihara langit dan bumi. Dan sesungguhnya aku menduga bahwa dirimu benar-benar akan binasa, wahai Fir’aun.” (QS. al-Isra’: 102)

Oleh sebab itulah orang-orang musyrik dahulu telah mengakui rububiyah Allah ta’ala padahal mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah dalam hal uluhiyah-Nya. Allah ta’ala berfirman,

قُل لِّمَنِ الْأَرْضُ وَمَن فِيهَا إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ قُلْ مَن بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ

“Katakanlah (Muhammad): Milik siapakah bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya jika kalian mengetahui? Niscaya mereka akan menjawab: Milik Allah. Katakanlah: Apakah kalian tidak ingat? Katakanlah: Siapakah Rabb yang menguasai langit yang tujuh dan Rabb yang memiliki Arsy yang agung. Niscaya mereka akan menjawab: Itu adalah milik Allah. Katakanlah: Lalu mengapa kalian tidak mau bertakwa? Katakanlah: Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu, sedangkan Dia yang Maha melindungi dan tidak ada yang dapat terlindungi dari siksa-Nya, jika kalian mengetahui? Niscaya mereka akan menjawab: Itu semua adalah milik Allah. Katakanlah: Maka bagaimana kalian bisa tertipu?” (QS. al-Mukminun: 84-89).

Allah ta’ala berfirman,

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ

“Sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka, siapakah yang menciptakan langit dan bumi, maka niscaya mereka akan menjawab: Yang menciptakan itu semua adalah  Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. az-Zukhruf: 9).

Allah berfirman,

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

“Sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka siapakah yang menciptakan diri mereka, niscaya mereka menjawab: Allah. Lalu dari mana mereka bisa dipalingkan (dari menyembah Allah).” (QS. az-Zukhruf: 87)

Urusan Allah Yang Maha Suci meliputi urusan kauni (alam) dan urusan syar’i (syari’at). Sebagaimana Allah adalah pengatur alam semesta dan pemutus perkara di dalamnya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya dan menurut ketetapan hikmah-Nya. Maka demikian pula Allah menjadi hakim/pemutus urusan di dalamnya dengan mensyari’atkan berbagai macam ibadah dan hukum mu’amalah sesuai dengan tuntutan hikmah/kebijaksanaan-Nya. Barangsiapa yang mengangkat selain Allah sebagai pembuat syari’at bersama-Nya dalam perkara ibadah, atau menjadikannya sebagai hakim/pemutus urusan dalam hal mu’amalah, maka sesungguhnya dia telah mempersekutukan Allah dan belum dianggap mewujudkan keimanan

(diterjemahkan dari Syarh Tsalatsat al-Ushul, hal. 84-85 cet. Dar ats-Tsurayya tahun 1417 H)

 

copy paste dari : http://abumushlih.com/iman-terhadap-rububiyah-allah.html/

ALLAH

Islamic_Wallpaper_Allah_019-1280x1024
Bahwa setelah kehidupan kita di dunia ini ada kehidupan kekal,
dan yakinlah bahwa setelah kehidupan ini kita diminta pertanggungjawaban atas apa yang sudah kita kerjakan didunia.
Bahwa mustahil alam semesta, universe dengan segala keteraturan dan keindahan, ada dengan sendirinya.
Bahwa mustahil keberadaan kita di dunia adalah kebetulan seperti kata darwin karena teori evolusi.
Apakah kita mempercayai kehidupan setelah ini?
Atau jangan-jangan kita termasuk orang yang melalaikan tentang ini.
seperti mereka yang berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”
Kita lupa kita akan kembali.
Atau kita merasa di dunia ini hanya sekedar lewat saja? setelah itu hilang tanpa jejak. Tidak!
Bahwa sesungguhnya manusia diciptakan. Dengan segala kelengkapannya dan pemenuhan kebutuhannya.
Manusia diberi pilihan/ilham (potensi) fujur (sekehendak hatinya, nafsunya tanpa batas) atau taqwa (mengikuti aturan main Sang Pencipta)

Wamaa kholaqtul jinna wal insa illaa liya’buddun.
Dan aku(Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Dan kemudian setelah itu kita diminta pertanggungjawabannya.

Maka ketika kemudian kita kembali (mati/meninggal/wafat)
Maka bersiaplah dengan pertanyaan ini “Man Rabbuka?” “siapa TuhanMu?”

Adakah kita telah mempersiapkan jawabannya?
Apakah kita telah mengenal-Nya?
Apakah kita telah mempersiapkan diri untuk menghadapNya?
Apakah… banyak pertanyaan yang harus kita persiapkan untuk menjawabnya.

Nabi Ibrahim as. mencari Tuhan

ketika dahaga, jiwa lelah mencari
kemanakah akan kupalingkan wajah
mencari oase?
ketika pijakan kaki lelah
semua pandangan seakan buram
kemanakah kucari cahaya
siapakah diriMu wahai
tempat jiwa melabuh keluh
penat raga berjalan akan menyandar
jangan palingkan lagi wajahMu
duhai, rindu yang lama
biarkan aku menggapaiMu
berkeluh dan meminta asa
bersimpuh

QS. Al-‘An`am [6] : 75 `

وَكَذَٰلِكَ نُرِىٓ إِبْرَٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلْمُوقِنِينَ

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.

QS. Al-‘An`am [6] : 76 `

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ ٱلَّيْلُ رَءَا كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَآ أُحِبُّ ٱلْءَافِلِينَ

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”.

QS. Al-‘An`am [6] : 77 `

فَلَمَّا رَءَا ٱلْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِى رَبِّى لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلضَّآلِّينَ

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat”.

QS. Al-‘An`am [6] : 78 `

فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّى هَٰذَآ أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّآ أَفَلَتْ قَالَ يَٰقَوْمِ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.

maka atas kemurahan Allah saja kita dapat menemukan Dia dan yakin akan Dia.

siapa tuhan kita ? Dialah Allah sebagaimana yang dia sebutkan sendiri namanya.






020.014 إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي
020.014 “Verily, I am Allah: There is no god but I: So serve thou Me (only), and establish regular prayer for celebrating My praise.

Al-Qur’an, 020.014 (Ta-Ha [Mystic letters Ta-Ha])

Text Copied from
DivineIslam’s Qur’an Viewer software v2.9

14. Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku.

first

Islamic_Wallpaper_Allah_019-1280x1024 http://kaligrafi-allah.blogspot.com/2013/03/kaligrafi-allah-wallpaper.html

Alhamdulillah, masih diberi kesehatan dan kesempatan “Allah mempunyai asmaul husna (nama-nama Allah yang indah dan baik), maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”

Semoga tahun 2014 ini kita menjadi lebih baik. Amien
99 NAMA ALLAH SWT BESERTA ARTINYA
No. Nama Arti
1 Ar-Rahman   Yang Maha Pemurah
2 Ar-Rahim  Yang Maha Mengasihi
3 Al-Malik  Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
4 Al-Quddus   Yang Maha Suci
5 Al-Salam   Yang Maha Selamat Sejahtera
6 Al-Mu’min   Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7 Al-Muhaimin   Yang Maha Pengawal serta Pengawas
8 Al-Aziz   Yang Maha Berkuasa
9 Al-Jabbar    
Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
10 Al-Mutakabbir    
Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
11 Al-Khaliq    
Yang Maha Pencipta
12 Al-Bari    
Yang Maha Menjadikan
13 Al-Musawwir    
Yang Maha Pembentuk
14 Al-Ghaffar    
Yang Maha Pengampun
15 Al-Qahhar   
Yang Maha Perkasa
16 Al-Wahhab   
Yang Maha Penganugerah
17 Al-Razzaq   
Yang Maha Pemberi Rezeki
18 Al-Fattah   
Yang Maha Pembuka
19 Al-‘Alim   
Yang Maha Mengetahui
20 Al-Qabidh    
Yang Maha Pengekang
21 Al-Basit   
Yang Maha Melimpah Nikmat
22 Al-Khafidh    
Yang Maha Perendah / Pengurang
23 Ar-Rafi’    
Yang Maha Peninggi
24 Al-Mu’izz    
Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25 Al-Muzill    
Yang Maha Menghina
26 As-Sami’    
Yang Maha Mendengar
27 Al-Basir    
Yang Maha Melihat
28 Al-Hakam    
Yang Maha Mengadili
29 Al-‘Adl   
Yang Maha Adil
30 Al-Latif    
Yang Maha Lembut serta Halus
31 Al-Khabir   
Yang Maha Mengetahui
32 Al-Halim    
Yang Maha Penyabar
33 Al-‘Azim    
Yang Maha Agung
34 Al-Ghafur    
Yang Maha Pengampun
35 Asy-Syakur    
Yang Maha Bersyukur
36 Al-‘Aliy    
Yang Maha Tinggi serta Mulia
37 Al-Kabir    
Yang Maha Besar
38 Al-Hafiz    
Yang Maha Memelihara
39 Al-Muqit    
Yang Maha Menjaga
40 Al-Hasib    
Yang Maha Penghitung
41 Al-Jalil    
Yang Maha Besar serta Mulia
42 Al-Karim    
Yang Maha Pemurah
43 Ar-Raqib    
Yang Maha Waspada
44 Al-Mujib    
Yang Maha Pengkabul
45 Al-Wasi’    
Yang Maha Luas
46 Al-Hakim    
Yang Maha Bijaksana
47 Al-Wadud    
Yang Maha Penyayang
48 Al-Majid    
Yang Maha Mulia
49 Al-Ba’ith    
Yang Maha Membangkitkan Semula
50 Asy-Syahid    
Yang Maha Menyaksikan
51 Al-Haqq    
Yang Maha Benar
52 Al-Wakil    
Yang Maha Pentadbir
53 Al-Qawiy    
Yang Maha Kuat
54 Al-Matin    
Yang Maha Teguh
55 Al-Waliy    
Yang Maha Melindungi
56 Al-Hamid    
Yang Maha Terpuji
57 Al-Muhsi    
Yang Maha Penghitung
58 Al-Mubdi    
Yang Maha Pencipta dari Asal
59 Al-Mu’id    
Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
60 Al-Muhyi     
Yang Maha Menghidupkan
61 Al-Mumit     
Yang Mematikan
62 Al-Hayy     
Yang Senantiasa Hidup
63 Al-Qayyum    
Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64 Al-Wajid    
Yang Maha Penemu
65 Al-Majid    
Yang Maha Mulia
66 Al-Wahid    
Yang Maha Esa
67 Al-Ahad    
Yang Tunggal
68 As-Samad   
Yang Menjadi Tumpuan
69 Al-Qadir    
Yang Maha Berupaya
70 Al-Muqtadir    
Yang Maha Berkuasa
71 Al-Muqaddim    
Yang Maha Menyegera
72 Al-Mu’akhkhir    
Yang Maha Penangguh
73 Al-Awwal    
Yang Pertama
74 Al-Akhir    
Yang Akhir
75 Az-Zahir    
Yang Zahir
76 Al-Batin    
Yang Batin
77 Al-Wali    
Yang Wali / Yang Memerintah
78 Al-Muta’ali    
Yang Maha Tinggi serta Mulia
79 Al-Barr    
Yang banyak membuat kebajikan
80 At-Tawwab    
Yang Menerima Taubat
81 Al-Muntaqim     
Yang Menghukum Yang Bersalah
82 Al-‘Afuw    
Yang Maha Pengampun
83 Ar-Ra’uf     
Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84 Malik-ul-Mulk    
Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85 Dzul-Jalal-Wal-Ikram     
Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86 Al-Muqsit    
Yang Maha Saksama
87 Al-Jami’     
Yang Maha Pengumpul
88 Al-Ghaniy    
Yang Maha Kaya Dan Lengkap
89 Al-Mughni     
Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90 Al-Mani’    
Yang Maha Pencegah
91 Al-Darr    
Yang Mendatangkan Mudharat
92 Al-Nafi’    
Yang Memberi Manfaat
93 Al-Nur    
Cahaya
94 Al-Hadi     
Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95 Al-Badi’    
Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96 Al-Baqi     
Yang Maha Kekal
97 Al-Warith    
Yang Maha Mewarisi
98 Ar-Rasyid    
Yang Memimpin Kepada Kebenaran
99 As-Sabur    
Yang Maha Penyabar / Sabar