maafkan (dicinta)

Hari itu kudengar isak tangismu, betapa kumerasa bersalah
namun rasa dan harap tidak bisa dipalingkan
untuk sekedar menghiburmu

Terima kasih bahwa kau pernah mengirimiku keharuman
yang sampai hari inipun masih kurasakan aroma lembutnya
kutahu itu penuh dengan rasa cinta
dan kurasakan pula sentuhan itu

Aku tersentak, sebenarnya
dan itu kubawa sampai jauh menyeberang laut
bermil-mil, kutahu kemudian bahwa memang sungguh hatimu serahkan padaku
dulu aku tidak mengira sebegitu dalam rasamu
sampai kudengar dalam isakmu
hari-hari menjadi begitu gersang dan kemarau berkepanjangan di hatimu
menyusuri jalan-jalan ibukotapun engkau tak melihat gedung menjulang
atau lalu lalang orang-orang
bahkan lolongan anjing seperti tiada
semua begitu sepi, katamu
begitu sakit, sampai rasa takut hilang dari hatimu
dan kaupun melalang buana, mencari jawab kenapa
kenapa tiada sepatah kata terkirim, pelepas dahaga tanyamu
mengapa?
maafkan lirihku tuturkan
dan engkaupun tumpahkan semua sakitmu
maafkan kutak bisa membelaimu
maafkan kutak bisa menghapus bulir bening dari kelopak matamu
kuhanya termangu, dan hatikupun merasakan pedihmu
maafkan kataku lirih, lirih sekali karena takut menggores luka lagi

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

4 thoughts on “maafkan (dicinta)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s