Sakura dalam pelukan

Sore hujan seharian, minggu tanpa aktivitas berarti. Bapak sedang membaca koran ketika sebuah alunan suara khas Fariz RM membelai pendengaran.

Sakura dalam pelukan. “Terlambat untuk berdusta terlambatlah sudah“.

Bapak menghela nafas, sebait kenangan melintas. Belasan tahun lampau. Seraut wajah dalam bingkai koran yang dibaca. Bapak tersenyum, lega. Beban itu sudah terangkat dari pojok hati. Hidup memang menggariskan skenarionya sendiri. Apa yang terjadi kadang tidak seperti yang diingini. Bune tiba-tiba sudah ada di samping bapak. Sedikit kaget, bapak menggeser tempat duduknya dan kemudian melipat koran. Wajah bune nampak menyiratkan tanda tanya. Ah, bune kamu itu kalau mau ada tanya selalu begitu. Menatap lurus kebola mata bapak terus menggeser tempat duduk mulailah interogasi itu.

“kenapa bapak menghela nafas terus menerawang lalu tersenyum?” sebuah tembakan pertanyaan beruntun.
“ah masa sih” bapak mencoba bercanda. “bapak ini, bune serius lho nanyanya” aih suara bune mulai agak naik tone-nya.
“o.. itu tho…” kata bapak sambil tersenyum dan menggeser duduk menghadap bune. “tapi bune ndak cemburu kan kalau bapak menceritakan ini,” bune mengangguk.

“Cerita remaja, belasan tahun lalu selepas sma ada seorang gadis suka bapak, bapak juga suka dia, teman sma” diliriknya bune, ada seraut wajah dengan garis mulut melengkung ke bawah dan alis yang terangkat, sejenak, kemudian lurus lagi. “dia baik, wajahnya lumayan, tidak cantik bangeet, yah cukup menarik. Yang bapak suka dari dia kalau tertawa giginya rapi dan putih bersih, orangnya bersihan pasti”
“dalam pergaulan, dia tidak terlalu menonjol. Dibandingkan dengan teman-teman yang lain dia lebih senang ngobrol dengan teman sebangku tidak suka bergerombol, sehingga bukan teman perempuan yang menarik perhatian”
“selepas sma dia kuliah di kota S dan bapakpun kuliah di kota J dan komunikasi kami putus”

Pada satu hari raya kami, bapak dan sahabat bapak bertandang ke rumahnya, silaturrahiim, ngobrol kesana kemari, cerita kangen-kangenan. Hingga pada satu liburan, bapak jalan-jalan ke kota S, dia kaget rupanya, ada tamu jauh katanya, dari situlah benih kesukaan muncul, entah siapa yang duluan, bapak rasa ndak penting. Kemudian berlanjut, setiap libur saling mengunjungi. Bapak berkenalan dengan ayahnya dan diapun sudah dekat dengan ibunya bapak. Dan orang bilang kami pacaran.

Sampai satu hari bapak harus pindah kota, dia datang mengantar keberangkatan bapak. Sebuah bingkisan hadiah bapak terima. Biar ndak lupa katanya. Dan. kemudian bapak tahu itu sebuah parfum merk Q.

Dan waktu mempertemukan bapak dengan bune, dan ndak jadi dengan dia” jawab bapak

“Lalu kenapa bapak menghela nafas dan tersenyum?, bapak kangen ya?”
“dulu hilang kontak begitu lama, bapak merasa bersalah, tapi selepas reuni kemarin, bapak ketemu dia. Dia sudah punya anak dua dan dapat suami yang baik makanya bapak lega”
diliriknya bune “bapak kangen?” tanya bune mengulangi “lho, bune iki piye tho?”
“bapak lega karena perpisahan itu tidak membuat dia membenci bapak, khan bapak sudah milih bune?”
“artinya dia berpikir dewasa menyikapi perpisahan, tidak terpuruk seperti cinta remaja kebanyakan, makanya bapak lega”

“kalau dibilang kangen, kalau bapak harus jujur… ya… gimana ya…, ndak ah nanti bune cemburu” bapak menggoda. Bune beranjak, meninggalkan bapak dengan diam. Bapak berkerut dan menggeleng. “ah perempuan, ngomong jujur salah… ndak dijawab salah juga….”

Malamnya bapak tidur ditemani punggung dari perempuan yang menghadap dinding.

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

6 tanggapan untuk “Sakura dalam pelukan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s