Menguji Sumber Anonim Dalam Berita Tempo

Iwan Yuliyanto

–: Mari kembali belajar membaca media, agar tidak tergiring jurnalisme prasangka.
Bismillah …

Pada jurnal sebelumnya yang “Mengkritisi Berita TEMPO soal Label Halal MUI”, ada dua pengunjung yang mengajak diskusi soal sumber anonim terkait dengan uraian kejanggalan yang saya sampaikan dalam jurnal tersebut. Karena terbatasnya ruang komentar, saya perjelas lagi dalam jurnal terpisah di sini.

Seorang tokoh pers nasional yang juga mantan wartawan majalah Tempo, mas Farid Gaban, setahun yang lalu (13 Feb 2013) pernah menyampaikan kuliah twitter (kultwit) tentang “Sumber Anonim Dalam Jurnalisme” . Dalam kultwitnya, beliau mengatakan bahwa kaidah dasar jurnalistik menuntut jurnalis bersikap transparan kepada pembaca dan narasumbernya. Transparan kepada narasumber artinya jelas memperkenalkan diri sebagai jurnalis, media tempatnya bekerja, dan tujuan wawancara. Transparan kepada pembaca artinya menyebut identitas narasumber secara jelas (nama, jabatan, posisinya dalam suatu masalah). Transparansi berkaitan dengan sikap rendah hati jurnalis, yakni memungkinkan orang lain atau media lain menguji beritanya. Tanpa identitas…

Lihat pos aslinya 1.434 kata lagi

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

2 thoughts on “Menguji Sumber Anonim Dalam Berita Tempo”

  1. Terbukti bikin berita yang dipaksakan, agar sesuai kesimpulan.

    Dalam bekerja sebagai wartawan, seharusnya meletakkan iman sebagai pondasi dalam profesinya.

    Perbuatan zina itu termasuk dosa besar. Namun ada dosa yang hukumannya jauh lebih besar dari perbuatan zina, yaitu mem-fitnah.
    Sebab kalo zina bisa diampuni dengan bertaubat (taubatan nasuha), sedangkan mem-fitnah, akan diampuni kalo si tukang fitnah itu meminta maaf kepada yang di fitnah, membersihkan namanya, dan kemudian melakukan taubatan nasuha. Lha kalau yang difitnah itu sudah meninggal dunia, bagaimana dia bisa minta maaf?
    wallahu a’lam bish-showab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s