ALLAH

Islamic_Wallpaper_Allah_019-1280x1024
Bahwa setelah kehidupan kita di dunia ini ada kehidupan kekal,
dan yakinlah bahwa setelah kehidupan ini kita diminta pertanggungjawaban atas apa yang sudah kita kerjakan didunia.
Bahwa mustahil alam semesta, universe dengan segala keteraturan dan keindahan, ada dengan sendirinya.
Bahwa mustahil keberadaan kita di dunia adalah kebetulan seperti kata darwin karena teori evolusi.
Apakah kita mempercayai kehidupan setelah ini?
Atau jangan-jangan kita termasuk orang yang melalaikan tentang ini.
seperti mereka yang berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”
Kita lupa kita akan kembali.
Atau kita merasa di dunia ini hanya sekedar lewat saja? setelah itu hilang tanpa jejak. Tidak!
Bahwa sesungguhnya manusia diciptakan. Dengan segala kelengkapannya dan pemenuhan kebutuhannya.
Manusia diberi pilihan/ilham (potensi) fujur (sekehendak hatinya, nafsunya tanpa batas) atau taqwa (mengikuti aturan main Sang Pencipta)

Wamaa kholaqtul jinna wal insa illaa liya’buddun.
Dan aku(Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Dan kemudian setelah itu kita diminta pertanggungjawabannya.

Maka ketika kemudian kita kembali (mati/meninggal/wafat)
Maka bersiaplah dengan pertanyaan ini “Man Rabbuka?” “siapa TuhanMu?”

Adakah kita telah mempersiapkan jawabannya?
Apakah kita telah mengenal-Nya?
Apakah kita telah mempersiapkan diri untuk menghadapNya?
Apakah… banyak pertanyaan yang harus kita persiapkan untuk menjawabnya.

Nabi Ibrahim as. mencari Tuhan

ketika dahaga, jiwa lelah mencari
kemanakah akan kupalingkan wajah
mencari oase?
ketika pijakan kaki lelah
semua pandangan seakan buram
kemanakah kucari cahaya
siapakah diriMu wahai
tempat jiwa melabuh keluh
penat raga berjalan akan menyandar
jangan palingkan lagi wajahMu
duhai, rindu yang lama
biarkan aku menggapaiMu
berkeluh dan meminta asa
bersimpuh

QS. Al-‘An`am [6] : 75 `

وَكَذَٰلِكَ نُرِىٓ إِبْرَٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلْمُوقِنِينَ

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.

QS. Al-‘An`am [6] : 76 `

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ ٱلَّيْلُ رَءَا كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَآ أُحِبُّ ٱلْءَافِلِينَ

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”.

QS. Al-‘An`am [6] : 77 `

فَلَمَّا رَءَا ٱلْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِى رَبِّى لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلضَّآلِّينَ

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat”.

QS. Al-‘An`am [6] : 78 `

فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّى هَٰذَآ أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّآ أَفَلَتْ قَالَ يَٰقَوْمِ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.

maka atas kemurahan Allah saja kita dapat menemukan Dia dan yakin akan Dia.

siapa tuhan kita ? Dialah Allah sebagaimana yang dia sebutkan sendiri namanya.






020.014 إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي
020.014 “Verily, I am Allah: There is no god but I: So serve thou Me (only), and establish regular prayer for celebrating My praise.

Al-Qur’an, 020.014 (Ta-Ha [Mystic letters Ta-Ha])

Text Copied from
DivineIslam’s Qur’an Viewer software v2.9

14. Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku.

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s