La Tusrifuu

Panas-panas puasa gini, asyik kali ya ngomongin hidangan, yang es cendol, es shanghai, dan semua yang dingin-dingin. Rendang, opor,ย  shasimi, sushi, sabu-sabu, steak, spagetti, atau yang vegetarian rujak, ketoprak, gado-gado, salad dan turunannya. Makanan Jepang, Korea, Turki, Itali atau junkfoodnya Amerika?

Kalau seandainya dokter tidak melarang memakan apa saja, kondisi badan sehat wal afiat, masih muda, lalu seorang dermawan kaya raya mengundang kita ke rumahnya.
Rumah besar dengan interior dan eksterior yang indah dan sejuk.
Terhidang di meja jamuan beraneka makanan dan minuman yang lezat dan sehat.
Berwarna warni dengan berbagai pilihan yang semuanya sangat cocok dan sesuai dengan selera kita. Semua yang hadir dipersilahkan menikmati hidangan sepuasnya. dijamin tidak membuat kolesterol naik, diabetes, asam urat dan yang lainnya.

Lalu bagaiman kita akan menyikapi hal itu?
Tentu saja sudah terbayang bagaimana riuhnya perjamuan itu. orang gretong gitu (alay :P). Semua akan berusaha menikamati segala. Dari satu meja ke meja yang lain. Tanpa rasa takut. Menikmati kelezatan tak terkira.
ImageAh andai seperti itu…… Buyar……….. Semua ini hanya andai, ya andai …… ya khan.

Dan kita tahu dan menyadari bahwa kita punya keterbatasan.
Ya keterbatasan bahwa bila kita menikamati segala sesuatu secara berlebihan yang terjadi adalah sesuatu yang tidak kita inginkan pada kemudian harinya. Kelebihan mengkonsumsi yang lezat dan manis akan berisiko diabet. Kelebihan mengkonsumsi gurih dan lemak nian akan berisiko kolesterol tinggi, lalu lari ke jantung selanjutnay tahu sendiri. Kelebihan mengkonsumsi apapun maka tubuh kita akan meresponya dengan berbagai gejala yang tidak membuat kita nyaman. Kita tahu itu. Lalu kenapa semua tetap kita lakukan? itulah godaan. Godaan dari lidah dan selera perut kita, sehingga kita ingin memuaskannya dengan berlebihan, apalagi keuangan mendukung, kloplah.

Maka alangkah indahnya firman Allah ini :
“Wahai anak adam , pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”
Sungguh indah karena Allah tidak melarang kita untuk berpakaian indah, Allah tidak melarang kita makan, bahkan Allah menyuruh kita makan. “Makan dan minumlah!”
Namun dengan kasih sayang dan keMahatahuannya Allah akan tabiat fisik manusia. Maka Allah mengingatkan “jangan berlebihan”. Mengapa ya Allah? Ini makanan enaak banget ya Allah. Hamba suka banget makanan ini, dan sebagainya rengekan hamba yang ingin memuaskan hasratnya. “Aku (Allah) tidak suka manusia yang berlebih-lebihan”

Untuk siapa sebenarnya ketidaksukaan Allah terhadap manusia yang berlebih-lebihan itu? Untuk diriNyakah? Ah, Allah jelous saja. Allah senangnya membatasi. Benarkah? Benarkah? Ini yang gini apa udah berfikir ulang dan ulang. Allah tidak memerlukan itu semua. Allah tidak suka itu demi manusia sendiri. Demi kebaikan manusia. biar sehat, tidak sakit dan biar bahagia. Untuk manusia, untuk kita, untuk hamba.

Maka beruntunglah kita umat Islam diberi karunia bulan Ramadhan. Sebulan penuh kita belajar mengerem keinginan. Hasrat makan. Hasrat memuaskan lidah dan perut.
Beruntung bangeeet malah. Karena selain kita menjadi sehat, kita juga dijanjikan balasan terhindar dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Pintu Rayyan memanggil-manggil kita.

Oleh karena itu mari kita benar-benar berpuasa. Jangan siang puasa, begitu bedug maghrib menjadi lupa diri. Yang dengan demikian sia-sialah riyadhoh ini.

Nah, sebenarnya …. sebenarnya
Dermawan yang sebenarnya saat ini benar-benar menjamu kita. Dengan jamuan yang kita tidak takut kolesterol atau diabetes atau bahkan saikit jantung. Jamuan yang sehat dan bergizi tinggi. Dengan kandungan asupan berkali lipat dari biasa.
Maka barangsiapa mau menikmati jamuan ini, tidak ada lagi keraguan, dia akan bahagia.

Jamuan apa itu…? Benar sekali, itulah puasa ramadhan, yang meja jamuannya tersedia menu-menu penuh nutrisi seperti : tadarus dan tadabur Al-Qur’an, sedekah, qiyamul lail, ikhtikaf dan menu-menu lain yang delicious.

So.. yuuk kita serbu jamuan dari Maha Dermawan ini.. dengan gembira.

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

9 tanggapan untuk “La Tusrifuu”

  1. betul sekali kang camar, terkadang pada saat siang kita berupaya menahan nafsu, tapi setelah adzan maghrib berkumandang, kita lupa diri dan mengumbar nafsu sepuas hati.. ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s