sayang 2 (prihatin)

innalillahi wa inna ilaihi rojiun

ketika laut meludahi pantai
gunung meludahi kaki-kakinya
bukit-bukit meludahi lembah
benarkah??

atau
karena tangan kita yang meludahi gunung
kaki kita meludahi laut
pikiran kita meludahi bukit

atau
akal dan hati kita yang suka
meludah sembarangan
dan tidak punya sopan santun, belas kasihan
maka simpan saja ratapanmu
di dalam perut buncitmu
innalillah

bagi papa yang lugu
untuk sepotong kehidupan yang mulai meranggas
pada
pemimpin negeri yang tidak punya telinga
dan mata hati
innalillah

pada kasih sayang yang hampa
dan selalu ditakar rupiah
pada mulut yang berbusa janji tak pernah ditepati
innalillah

maka sebaik jasad yang terbujur
dari jiwa yang fana dan pasrah
sehingga setiap telinga terbuka
tutur berfakta
hati terikat dzikir
tangan terbelenggu untuk nista
bekerja keras untuk bermakna
hati yang tunduk setunduk-tunduknya
pada Dzat Penguasa jagat Alam Semesta
lillah
lillah
lillah

kamis 04 november 2010


capek aku

capek aku padamu pemimpin
menunggu kepastian jawaban
bahwa engkau benar sayang rakyatmu
peduli rakyatmu
ingin menyantuni rakyatmu

kenapa kau biarkan sirakus
bermain sirkus
menjadi markus
ah dasar tikus
capek aku padamu pemimpin
sabtu, 12 Juni 2010

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

8 thoughts on “sayang 2 (prihatin)”

    1. mikir apa mbak el?
      nikmati aja alunannya, mbacanya pake deklamasi… kalau perlu pake gerakan tangan mbak el πŸ˜†
      yang mana nih yang bikin mbak el mikir?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s