frekuensi atau sinyal

pernahkah kau merindukan teman, sahabat, saudara, orang tua, atau sang kekasih?
pernahkah kemudian tanpa sebab ada kabar berita yang datang tentang mereka?
ini dinamakan apa?
apakah frekuensi rasa kita kemudian tersampaikan ke mereka?
apakah sinyal rindu kita sebenarnya juga dirasakan oleh mereka?
kenapa bisa?
apakah karena mereka sedang merasakan rindu yang sama?
teori apa yang bisa menjelaskan ini semua?
ataukah ini semua adalah anugerah Yang Maha melalui malaikatnya membisikkan tentang rasa itu,
sehingga rasa kita tersambungkan dengan rasa mereka?
saya mengalaminya,
kalian pasti juga pernah mengalaminya.
entah sebab apa,
inilah contohnya :
ketika saya kangen pada sahabat blogger saya dan berkunjung ke kebun strawberi,
di sana lama tidak ada postingan,
kutuliskan sebait komentar, ternyata lama tak berjawab,
fikirku mungkin memang sudah tidak aktif lagi,
twitterku sudah lama off, sehingga kalau ada twit tertuju alamat twitku pasti tak terbaca
hari ini entah kenapa ada yang menuntun saya untuk coba cari informasi di alamat twitternya,
dan benar saja ternyata sahabat bloggerku merespon kangenku di twitternya,
tanggal 11 februari 2013 yang lalu dia mengetwit katacamar
memberi kabar kesulitan untuk mengakses blognya, dan tidak bermaksud tidak mau menjawab
ah ternyata rasa kangen tersampaikan dan terjawab,
walau terlambat mengetahuinya, tidak mengapa
ternyata sinyal kangen tersampaikan dan
kita seperti dituntun dan di bisiki itu lho kangenmu dijawab
senang rasanya… 🙂
makasih sahabat, semoga makin subur kebun strawberinya, atau bikin kebun yang lain?

(ini cuma satu contoh lho, untuk sahabat blogger lainnya rasa kangen saya, saya tunjukkan dengan like dan komen
dan yang masih bebas dari sentuhan itu bukan berarti tidak ada rasa kangen itu, mungkin sudah dibaca BW, tapi sungkan komen karena sesuatu hal mohon maaf dan dimaklumi ya 😉 )

SALAM KANGEN UNTUK BLOGGER SAHABAT katacamar

senangnya mendapat balasan kabar... :)
senangnya mendapat balasan kabar… 🙂

 

ps: adakah yang bisa menjelaskan teori tentang ini?

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

22 thoughts on “frekuensi atau sinyal”

  1. jadi ingat perkataan teman saya nih…
    katanya,klo pengen kirim ‘salam’ ke orang, biar dia ‘konek’, dibacain aja surat fatihah . gtuuu katanya. sering nyoba gitu tapi nggak pernah ngecek apa sinyalnya nyampe or not

      1. ada getar sinyal atau tanda-tanda respon dari ybs?
        kalau saya kalau emak kangen, suka gatel batuk2 tanpa sebab, terus nyoba nelpon dah..
        tapi ini ndak mesti c, semacam insting aja barangkali ?
        sama… seger banget ya 😀

    1. pernah pak, pas wkt LDR dulu, hujan deras, listrik mati saluran telpon jg mati, aku kangen bgt sama suami, bgt juga dia, nelpon terus ke rumah tapi nggak bisa nyambung krn telponnya mati, pas keseokan harinya baru cerita dan sama sama persis saat itu dia juga pengen bgt ngomong 🙂

  2. ada..saya merasakannya, dulu saya namai ini semaca, strong heart contact atau SHC…saya yakin ketika saya merindukan seseorang, dia akan merasakan itu walaupun kadarnya berbeda. tapi untuk sampai ke sana juga dibutuhkan waktu setara dengan kadar kerinduan yang kita miliki…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s