I’tidal dan Universe

universe bukti kebesaran kekuasaan Allah SWT

Bagi muslim mengerjakan sholat itu wajib, tentu.
Harusnya sudah menjadi sesuatu yang biasa dikerjakan, ini belum tentu, tergantung.
Sehari semalam sholat lima waktu, itu pelajaran SD setiap muslim pasti tahu.
Di dalam sholat ada yang dinamakan khusyu.
Mungkin mirip-mirip dengan kata focus, tertuju pada satu titik yaitu Allah SWT.
Dengan khusyu maka efek damai akan lebih terasa.
Kata Ulama untuk membantu mencapai khusyu maka kita harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Untuk khusyu kita harus yakin tempat, baju dan wudlu kita bersih.
Untuk khusyu sebaiknya Sholat di awal waktu.
Untuk khusyu harus tertib gerakan. Ndak buru-buru kayak ayam matok pizza.
Untuk khusyu kita diharapkan mengerti bacaan-bacaan sholat.
Saya tidak akan bicara detail dari itu semua.
Mungkin ngrumpiers sebagian ada yang hafal semua bacaan dan tahu artinya.
Sebagian lagi hafal semua bacaannya hanya tahu sebagian artinya.
Dan yang lain Cuma hafal sebagian selebihnya ikut imam aja.
Ndak masalah sih, selama hadir dan ikut imam itu sudah cukup sebagai telah melaksanakan kewajiban sholat.
Terkait bacaan sholat tadi, sebenarnya ini yang ingin kuceritakan.
Diantara kalian ada tidak yang senang dengan satu gerakan tertentu sholat?
Atau salah satu bacaan dari sholat? Takbir? Ruku? I’tidal? Sujud? Duduk di antara dua sujud? Duduk terakhir?
Atau senang dengan salam? Kalau udah salam, udah plong. Dan setelah itu mbablass.
Yang berarti kewajiban telah lunas, dapat segera beraktifitas atau ngerjain yang lain lagi.
Alasannya doanya udah di dalam sholat…he he he. Ya lah. Yang penting sholat daripada ndak ya khan?
Nah ini yang terjadi dengan saya, saya kok yang senang ketika bangun dari ruku atau yang disebut I’tidal, Bukannya yang lain tidak senang, tapi yang ini lebih. Sebaiknya senang semuannya.
Senang dengan bacaannya.
Bacaannya begini : SAMIALLAHU LIMAN HAMIDAH
(Allah mendengar pujian orang-orang yang memuji Nya)
dan dilanjutkan dengan RABBANA LAKALHAMDU MIL US SYAMAWATI WAMIL UL ARDHI WAMIL A MAA SYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU (“Wahai Tuhan kami bagiMu segala puji, Dengan pujian sepenuh langit dan sepenuh bumi sepenuh apa yang di antara keduanya sepenuh apa yg Engkau kehendaki setelah itu).
Mungkin yang menyebabkan saya senang, adalah kebiasaan saya yang suka melihat pemandangan alam, gunung dan sawah yang menghampar, samudra dan debur ombak yang menggulung, atau langit dengan awan-awan yang membumbung, malam dengan bulan dan bintang gemintang.
Begitu baca itu maka yang terbayang subhanallah kekuasaan Allah begitu luas maha luas. Seluas bumi. Seluas langit. Itu saja sudah tidak terbayang batas kekuasaannya. Apalagi ditambah dengan kalimat sepenuh apa yang di antara keduanya sepenuh apa yg Engkau kehendaki setelah itu. Subhanallah lalu kita apa? Satu titik, satu noktah mungkin terlalu besar, mungkin debu, atau lebih kecil lagi dari partikel debu atau seperti apa yang di tulis Ladypiano di Alam Semesta kita hanya QUARK Di banding dengan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
Itu kisahku, apa ada yang kamu suka lebih dari bagian sholat itu?

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

5 thoughts on “I’tidal dan Universe”

  1. memang, kalau sudah salam, terasa plong 🙂
    saya suka gerakan sujudnya Pak, tidak tertandingi, maksudnya itu hanya dilakukan di hadapan Zat Yang Maha Tinggi, hubungan antara makhluk dan sang pencipta seolah sangat terasa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s