dunia tidak seluas daun kelor

entah mengapa selalu saja hanya tertuju padamu
dan selalu padamu..
tidakkah engkau bosan? kataku
entahlah…
selalu saja aku tidak bisa barpaling
bukankah dunia tidak seluas daun kelor?
artinya masih ada banyak dunia lain..
coba tengoklah…
dengan malas ku jawab …baiklah
aku sudah terlanjur cinta kataku berbalik..
hai.. hai… coba tengok sebentar…
ini tak akan akan membuat cintamu berpaling..kenapa khawatir..
aku mudah jatuh cinta jawabku…
aih.. gombal banget… ayoo.coba ..
aku tergoda…
ku tengok, dan banyak yang ku tengok…
aih cantik dan indahnya
aih bagusnya…
aih manis betul…
aih banyak warna di luar sana
aih…
aih…
ya kudapatkan sesuatu yang baru di luar sana
ya kudapatkan yang lain di luar sana
tapi
aku tetap pulang
aku setia..
aku ndak bisa berpaling…
aku sudah merasa nyaman…
baiklah..
kita nanti jalan-jalan lagi
cuma untuk membuka cakrawala
bahwa ada dunia lain di sana
bahwa kita belajar juga di luar sana
bahwa kita tak sendiri di sini
bahwa kita tak terkurung
bahwa …
aku tetap setia….

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

2 thoughts on “dunia tidak seluas daun kelor”

  1. suka bagian “aku tetap pulang” karena memang rumah yang nyaman itu adalah rumah yang bisa menyamankan hati…

    Siapakah rumah saya? *ehm* *ga nyambung*

    Ngrusak tulisan syahdu ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s