tips menulis dari @xposisi

dari google.komIni namanya ndilalah, tepat moment, bagaimana tidak hari ini saya dapet tips menulis di twitter dari @xposisi, banyak, dia bilang sih 17 tapi karena ada a, b, c-nya jadi 43 poin deh.

Ini namanya rejeki, lha wong ada ngerumpi-writing-competiton, bisa dijadikan acuan ya tho?
Rejeki ngga boleh dimakan sendiri harus dibagi….monggo ini dia tipsnya :

Menurut Writer’s Digest ada 17 rahasia menulis yang dapat kamu terapkan jika ingin menghasilkan sebuah masterpiece
1. never save the best for last. istilah ini sudah melekat di benak kamu sehingga kamu berpikir untuk memunculkan sisi terbaik di ending.
2. Munculkan kemampuan terbaikmu sejak awal dan kembangkan. Opening merupakan bagian trpenting dan inilah yang menarik pembaca
3. the better you do at beginning, the better you continue to do. Dan tentu saja, ending yang mengagumkan akan tercipta dengan sendirinya
4. Permulaan adalah segalanya. Paragraf, kalimat, frasa, bahkan kata pembuka pun harus diperhatikan baik-baik. Termasuk juga judul
5. Ingat: tugas utama seorang penulis adalah menyenangkan pembaca. Jadi, jangan sampai tulisan kamu membuat pembaca mengerutkan dahi
6. Memasukkan unsur filosofis ke dalam tulisan boleh-boleh saja, tetapi jangan tulis dengan cara menggurui.
7. Coba pelajari cara @ikanatassa memasukkan unsur David Foster Wallace dalam Antlogi Rasa. Menyenangkan dan tetap bermakna, bukan?
8. Show. Jangan ceritakan, tapi peragakan. Anggaplah kertas kosong sebagai media gerak sehingga kamu bisa menuliskan sesuatu yg terasa nyata
9. “Not ideas about the thing, but the thing itself.”—Wallace Stevens
10. Voice is more important than image. Jangan terlalu bertele-tele dalam menggambarkan sesuatu, tapi suarakan
11. Padankan narasi dan dialog ketika menggambarkan sesuatu sehingga pembaca tidak akan merasa bosan menerima informasi secara bertubi-tubi
12. Cerita adalah segala-galanya. Pertanyaan pertama yang selalu ditanyakan adalah: how good is the story?
13. Meski mengangkat cerita bertema klasik (seperti cinta segi tiga, friendship, musuh jadi cinta, dsb) kamu harus bs meramunya menjadi baru
14. Patuhi peraturan. Pastikan ceritamu mematuhi aturan penulisan yang ditetapkan dalam EYD dan tidak menyinggung norma tertentu
15. Peraturan ini penting, terlebih teknik menulis. Pembaca akan meninggalkan bukumu jika ditemukan banyak typo atau kesalahan EYD
16. Sebagus apapun cerita yg kamu sajikan, sekuat apapun penceritaan kamu, jika tdk diimbangi dengan penulisan yang bagus, maka akan percuma
17. Konflik. Sebuah cerita harus memiliki konflik. Bahkan pergolakan batin seseorang pun termasuk konflik
18. Life is about drama, right? Begitupun halnya dalam cerita. Pastikan ceritamu memiliki konflik yang kuat tetapi tidak mengada-ada
19. Sering ditemukan tokoh yang ‘kelewat angel’ dan ‘kelewat devil’ atau terlalu hitam putih. Hal ini berpotensi besar menyuguhkan konflik
20. Tapi ingat, apakah dalam kenyataan hal seperti ini ada? Menulis fiksi bukan berarti terlepas dari kehidupan nyata, kecuali genre fantasi
21. Banyak penulis yang terjebak dalam ‘playing favoritism’ sehingga si A akan ditampilkan sebaik mungkin dan si B sejahat mungkin

biar ndak terlalu panjang dibagi 2 tulisan….. monggo… 🙂

to be continued….

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s