insan biasa

dari mbah google

bila kelopak penyesalan telah luruh
kenapa menahannya dalam ranting kebimbangan?
kenapa tak kau biarkan saja jatuh satu-satu
asal jangan kau patahkan tangkainya

tidakkah kau tahu bunga yang menjelma?
tumpahkan saja derai air mata itu
biar dia menyirami
dan kau akan dapati putik baru kehidupan
lalu tersenyumlah

lihatlah sekeliling kumbang, tawon dan burung kecil
riang mendandangkan lagu mentari
akan ada pagi membawa embun
ada anak kecil yang tertawa
menunggu buah

maka
bila kelopak penyesalan telah luruh
biarkanlah jatuh satu-satu

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s