takut sama Allah

http://matanews.com/2012/03/06/fpd-optimis-fpks-dukung-kenaikan-bbm/

Nggak ada angin ndak ada hujan (di luar padahal lagi gerimis), bune ujug-ujug atau tiba-tiba ngrenengan “jane piye tho kok mbingungi pemerintah itu, ” sambil menyodorkan pisang goreng margarin kesukaan bapak.

bapak dengerin omongan bune sambil baca Koran sore, ditunggu sedetik dua detik lha kok ngga ada lanjutannya, di tolehnya bune, o rupanya lagi manyun sambil mandangin bapak, bapak Cuma tersenyum

“bapak ini kok githu tho?, mbok nanggapi aku, aku khan lagi serius …pak..!” halaah ngrajuk lagi, bapak tambah tersenyum menggoda. “pak..!” “ada apa tho bune..?” “dari tadi bapak juga nunggu lho, bune itu mau ngomong apa? Kok pemerintah mbingungi, mbingungi gimana?” bapak ngalah nyahutin omongan bune.

“itu lho bahan bakar BBM, mau naik, dulu itu pemerintah udah bilang bensin mau naik terus katanya mau koveksi, apa konveksi terus ndak jadi terus sekarang rame lagi mau naik, itu khan mbingungi…”

Hmm yang lagi suka dengerin berita tv koversi kok ya jadi konveksi ora nyambung.

“konversi maksud bune? Itu yang bensin mau diganti gas githu”

“iya konpersi..” “lha pengumuman kayak githu khan bikin wong pasar bingung, aku khan juga jadi bingung”

“bingung kenapa ?, cekelan pegangan tiang itu lho bune, biar ngga bingung”

“bapak sih ngga ngerti, pemerintah ngumumin kayak githu khan mempengaruhi harga pak, sembako jadi pada naik padahal bensinnya belum jadi naik, lha uang belanja ibu belum naik, tapi belanja di pasar harga naik, yang tadinya beli ayam setengah kilo Rp14.000,00 jadi enembelas ribu, belum yang lain ikut naik…lha khan ibu jadi ikut repot pak..”

“iya bapak ngerti, nanti kalau rapel kenaikan gaji keluar ta kasihne bune semua..” yang diajak ngomong senyum-senyum tapi sebentar terus manyun lagi.
“bukan itu pak, sebenarnya pemerintah khan harus mensejahterakan rakyatnya, tho pak”, “hmm..”

“yang penting harga-harga ojo mahal, jadinya uang belanja ibu ndak repot mbaginya” “hmm..”
“mbok ya aparat pemerintah pada jujur, amanah githu, ndak korupsi….., yang ketauan korupsi ya di hukum wong udah ngambil uang rakyat…” “hmm..”
“terus itu, pemimpinnya kayak umar bin khottob githu, jujur berani, takut sama Allah”
“penegak hukumnya adil dan berani, takut sama Allah”
“rakyatnya bekerja keras, takut sama Allah”
“pengusahanya juga jujur, takut sama Allah” suara bune udah kayak mama Dedeh

Tapi memang bener, Negara kita yang kaya raya ini mestinya kalau dikelola dengan bener ndak bocor kemana-mana, ya rakyatnya sejahtera. Bapak diam-diam bangga punya istri bune….

Tapi kapan ya punya pemimpin dan rakyatnya, semua-semua pada takut sama Allah, ya kuncinya cuma takut sama Allah.
Bagaimna caranya ya… ? Bapak jadi berfikir keras….

“Bune yang penting kita takut sama Allah, dan ndak macem-macem….wong urip mung sedelo”
“inggih pak”…..bunepun tersenyum.

 

 

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s