episode biru

http://www.pelitaonline.com/read-nusantara/8216/penumpang-kecelakaan-pesawat-tewas-diduga-kelaparan/

“Honey, mana tehnya..?” lelaki itu memanggil istrinya dengan mesra, seperti hari-hari biasanya bangun pagi selesai sholat lelaki itu mengambil Koran sore yang belum sempat dibacanya.
“honey…?” lelaki itu memanggil lagi, kebiasaan istrinya selalu bangun lebih awal dari dirinya setelah itu membangunkan dirinya untuk sholat berjamaah, tapi kali ini lelaki itu tidak merasa dibangunkan “ah..barangkali istriku lagi ndak sholat..”pikirnya, mungkin di dapur seperti biasanya bebenah, istrinya tahu persis kesukaan dirinya, setiap pagi secangkir teh dan pisang kepok goreng margarin, selalu disiapkannya untuk dirinya.
Lelalki itu berdiri terus ke belakang mencari istrinya “honey…,….bu…..?!” di carinya di setiap sudut ruangan di kamar, di dapur , di kamar mandi, di halaman rumah.
“honey…?!…bu..!” suara lelaki itu tercekat, kesadarannya mulai pulih.

“astaghfirullah………..” matanya berkaca-kaca, dia tidak kuat menahan air mata, butiran air mata luruh perlahan di pipinya. “astaghfirullah….”, ” ya Allah kuatkan diriku atas cobaan ini” keluhnya lirih.

Sudah sebulan ini istrinya telah berpulang, kecelakaan pesawat itu telah merenggut nyawa istrinya, di lihatnya kembali Koran di tangannya, tanggal 1 Oktober  2011 headline itu “Sebuat pesawat jatuh di bohorok, menewaskan seluruh penumpang dan awak”.

 

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s