perjalananku

Beberapa hari ini saya tugas ke singkawang, sebuah kota yang kata orang identik dengan amoi ceilaaah, dengan imlek, barongsai, klenteng, sembayang kubur dan lampion yang menambah indah suasana malam di kota Singkawang. Tentu akan membosankan jika bercerita tentang pekerjaan, walaupun menurutku asyik bertemu orang-orang, mendengar keluhannya, mencarikan jalan keluar dari permasalahan (solusi rekomendasi) Ada keengganan pada mereka pada awalnya, sindroma masa lalu di datangi pegawai pemerintah, seperti kami, pasti membawa masalah mencari masalah. Apa boleh buat stigma seperti sudah menjadi bagian dari perjalan sejarah kami. Hari ini hari terakhir perjalanan ke suatu negeri bagian ujung, dari sebongkah besar bagian apa yang disebut zamrud katulistiwa, borneo. Hari terakhir yang ditutup dengan jalan-jalan ke pantai tadeo yang eksotik. Walaupun cuaca tidak mendukung tetapi hadiah merah saga senja begitu memukau saat di jepret, walaupun hanya kamera poket. (sudah lihat foto ilustrasi..?, cantik bukan ?)

Jangan bertanya ngapain ke ujung pulau, hanya tugas rutin mengujungi yang harus dikunjungi (mbulet). Ngaak usah dongkol deh, …biasa aja.

Tapi terus terang saya agak bingung menceritakannya….

Suasana senja,

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s