Karena kita manusia

dari : www.dreesc.wordpress.com

 

Kalau ada yang bertanya makhluk apa yang paling cantik, paling indah?
Mungkin ada yang menjawab bunga, kupu-kupu,..intan, zamrud…
Kalau ada yang bertanya makhluk apa yang paling perkasa ?
Mungkin ada yang menjawab kuda, gajah, ….dinosaurus?….
Kalau ada yang bertanya………..makhluk pintar sekaligus rapuh…
Mungkin ada yang mau menjawab………?
Manusia makhluq ciptaan Tuhan paling unik, makhluk paling sempurna, makhluk yang mempunyai banyak dimensi, banyak sisi, banyak wajah.
Ada ganteng ada yang biasa, ada yang cantik ada yang kurang cantik, ada yang pintar atau biasa saja. Dari itu semua ada juga yang dianggap manusia lain minus, walaupun sebenarnya kalau kita mau jujur pada diri manusia yang dianggap minus inipun ada banyak sisi kelebihannya bahkan pada orang-orang tertentu kita menyebut dengan bersorak “Amazing”, “luar biasa”.
Atau kalau kita mau jujur pada diri kita sendiripun dibalik kesempurnaan pasti ada minusnya.
Itulah uniknya manusia dibalik kesempurnaan ada kekurangan dan dibalik kekurangan ada kelebihan.
Dalam kesehariannya manusia tidak hanya berjalan pada satu sisi hitam dan putih atau gelap dan terang tetapi banyak warna, banyak sisi.
Pada dasarnya dari lubuk hati yang paling dalam manusia ingin berada di sisi yang terang, sisi malaikat sisi cahaya, sisi kebenaran, sisi nurani, sisi dimana manusia merasa ingin berguna, ingin memberi, ingin berbagi, ingin menjadi apa yang disebut manusia yang punya hati, punya belas kasihan, empati, simpati, Itu fitrah, itu manusiawi, itu sisi harapan sisi dimana manusia ingin menuju, ingin mengorbit matahari keilahian, ingin menjadi khusnul khotimah.
Di sisi lain manusia mempunyai nafsu, yang mempunyai karakter ingin menang sendiri, angkara, diri merasa paling benar, ingin menguasai segalanya, materi duniawi harta, wanita/pria, kedudukan, anak-anak yang banyak , berkecukupan kaya raya bahkan mungkin kalau perlu dunia hanya untuk dirinya saja, serakah, tamak dan ndak mau ngalah atau dikalahkan oleh orang lain, kalau perlu setiap langkah dia yang selalu menjadi juara, menjadi perhatian, menjadi pusatnya, semua orang bertanya kepadanya dan banyak lagi sifat angkara.
Manusia juga punya rasa ingin tahu, itu anugerah karena manusia memang di bekali Tuhan dengan akal yang dengan itu dia mencari, memuaskan dahaga ingin tahunya, mencari cara untuk menjadikan nyata harapan-harapannya, memilih jalan kebenaran, memilih suka dan tidak suka.
Beruntunglah manusia yang istiqomah, yang selalu membawa langkahnya pada sisi terang.
Namun kebanyakan, dalam langkah perjalanannya, manusia tidaklah selalu mulus seperti apa yang diinginkannya, perbenturan antara sisi terang dan gelap manusia, keinginan dan harapan, adakalanya yang namanya manusia teledor, lengah, tidak sengaja kejeglong, terperosok, jatuh, kejedud/kepentok, benjol, luka, sakit, merana, menangis, putus asa.
Dosa besar manusia : Seorang kyai menggauli santrinya tanpa hak, pastor/romo bercinta dengan biarawati sampai hamil, guru menyetubuhi siswinya, polisi memperkosa terpidana, hakim “bercinta” dengan terdakwa, tidak ada profesi tersisa yang tanpa kejadianmengenaskan ini, perampokan, korupsi, pemerasan penipuan, pembunuhan (kalau dirinci…ndak cukup satu halaman) semua kebejatan dilakukan manusia, tapi menurut saya kebejatan dosa besar seperti ini hanya dilakukan oleh manusia yang hampir habis nuraninya, sisi terangnya atau bahkan gulita. Masih adakah kesempatan ?
Pada umumnya manusia keterjedodan itu karena kekhilafan, ketidak tahuan, dijerumuskan, dan keterlanjuran, itu sebenarnya menyakiti diri sendiri, orang-orang yang dicintai dan orang-orang di sekitarnya kadang sahabat, teman, kekasih bahkan.
Dan hampir setiap manusia melakukan dosa kecil atau mungkin ada yang sedang-sedang saja.
Coba ngaku siapa yang yang nggak pernah kepeleset, nggak pernah jatuh, nggak keperosok, nggak pernah salah, lurus terus, putih terus, mulus
Ayo ngaku !? kalau ada angkat tangan, unjuk jari. Saya khawatir jangan-jangan itu bukan manusia, Jangan-jangan alien…….atau malaikat (mending).
Lha kamu gimana ? demikian juga aku dan kamu.
Mari kita berhitung dosa-dosa kecil dan sedang, kalau besar jangan sampai ya ! mungkin ndak cukup satu buku untuk menulis dosa-dosa kita, mungkin malah berbuku-buku.
Kalau saja Tuhan tidak menutupi aib, kemana kita mampu melangkah, menengadahkan wajah, berjalan menundukpun mungkin ndak bisa, karena tanahpun pasti mencibir…oh ternyata manusia ini seperti ini, bopeng, bla..bla …sifat jelek sederet, mengenaskan……………………………….
Alhamdulillah, kemudian Manusia dianugerahi Tuhan tabir penutup aib di dunia, untuk apa …..?
agar manusia bisa bernafas, berjalan menatap wajah lain, bertegur sapa,
Tuhan pun juga memberi manusia lentera, petunjuk arah bahkan kadang-kadang teguran dari berbagai sisi dengan demikian mudah-mudahan kesadaran timbul dan manusia bisa kembali,…. kepada sisi cahaya, kepada fitrah dan kebeningan,
Bahkan untuk keterlanjuran yang paling dalampun bisa dimaafkan, diampuni selama ruh belum sampai ketenggorokan, nyawa belum hilang dari badan. Seperti kisah manusia yang membunuh 99 nyawa ketika bertanya kepada manusia ahli ibadah adakah kesempatan untuk aku kembali? Tidak! Kata ahli ibadah, karena keputus asaan ditambahlah satu nyawa itu, genap 100 sudah menghilangkan nyawa. Adakah kesempatan ternyata ketika kita mau mencari dan terus mencari jalan hidayah itu masih ada, kesempatan itumasih ada, hanya kita perlu ketemu dengan orang alim yang bijak, yang bisa menunjukkan jalan pulang itu, dan mengatakan “Tuhan maha pemurah dan pengampun selagi engkau benar-benar ingin kembali ke cahayanya, berjalanlah menuju kebaikan itu, mencari kelompok kebaikan itu kesanalah hendak kamu menuju, dan jangan berpaling ke belakang, jangan berpaling kebelakang..”
Tidakkah kita ingin pulang, pulang kepada fitrah, pulang kepada cahaya? Menuju khusnul khotimah?
Akankah kita gunakan kesempatan itu ?

Iklan

Diterbitkan oleh

kicaucamar

seperti camar yang terbang melintas pulau menapaki waktu dengan suara ombak di https://katacamar.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s