Setumpuk Angka Untuk Demokrasi dan HAM

semoga tetap jernih, membaca sejarah.
jangan tertipu jargon korban, karena senyatanya korban adalah bukan mereka, mereka pelaku makar jelas sekali madiun, september65

Iwan Yuliyanto

komunisme

Bismillah …

Pada tanggal 18-19 April 2016, bertempat di Hotel Aryaduta, Pemerintah Jokowi melalui Dewan Pertimbangan Presiden dan Kantor Koordinator Politik Hukum dan Keamanan menggelar Simposium Nasional bertajuk ‘Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan’.

Di hari kedua simposium tersebut, budayawan Muslim Taufiq Ismail membacakan puisi yang berkisah tentang “Angka-Angka”, meski berakhir dengan insiden pengusiran terhadap beliau. [Isi puisi bisa disimak di halaman dua jurnal ini].
Apa yang dimaksud dengan “angka-angka” tersebut?

Lihat pos aslinya 1.771 kata lagi

Makarnya Kaum Sodom di NKRI

mari menjadi orang-orang yang biasa saja, sesuai kodrat
yang laki menikah dengan perempuan
yang wanita menikah dengan pria
agar isi terjaga setiap botol butuh tutup botol
bukan botol ditutup dengan botol tumpah semua

Iwan Yuliyanto

LGBT

Bismillah …

Melanjutkan artikel sebelumnya, dimana ketika “hak asasi manusia” LGBT untuk menikah dilegalkan oleh negara, yang terjadi justru memberangus hak-hak fundamental mayoritas warganya. Bagi yang ketinggalan mengikutinya, silakan terlebih dahulu membacanya, ada surat dari seorang anak dewasa yang dibesarkan oleh orang tuanya yang gay. Miris.

Di Indonesia, kelompok LGBT dan aktivis pendukungnya menuntut pemerintah melegalkan pernikahan sesama jenis dengan dalih untuk mengikuti perkembangan zaman, modernisasi dan tuntutan hak asasi manusia. Namun karena telah mendapat penentangan keras dari berbagai pihak, tuntutan legalisasi same-sex marriage itu pun kini dibungkus dengan sangat halus. Isunya digiring seolah-olah ke arah pelanggaran HAM. Itulah gay politic saat ini. Dengan tagline “Indonesia Tanpa Diskriminasi”, secara masif mereka bersuara di berbagai media sosial, seminar publik, goes to campus, aksi simpatik, pawai keliling dengan membawa isu diskriminasi dan pelanggaran HAM terhadap kaum LGBT.

Sesungguhnya HAM yang mana yang dilanggar oleh negara terhadap para LGBT ini?

Lihat pos aslinya 1.417 kata lagi

Pernikahan Sesama Jenis Mengikis Hak Fundamental

semoga tulisan pak Iwan Yulianto ini menyadarkan kita akan bahaya LGBT

Iwan Yuliyanto

Same Sex Marriage| Bagian Pertama

Bismillah …

Pelegalan pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat pada Juni 2015 yang lalu disambut euforia oleh para pelaku LGBT dan para aktivis pendukungnya di seluruh dunia. Mereka beranggapan pelarangan pernikahan sesama jenis merupakan bentuk dari pelanggaran hak asasi manusia (HAM) karena mencintai dan hidup bersama dalam bingkai pernikahan, meskipun sesama jenis, adalah hak.

Belajar dari pengalaman berbagai negara yang sudah melegalkannya, bagaimana kondisi tatanan masyarakatnya kini? Apakah menjadi lebih baik karena dianggap tidak ada lagi pelanggaran HAM?
Nyatanya, masyarakatnya justru terkikis hak-hak fundamental mereka. Seperti halnya fenomena sebuah gunung es, yang tampak adalah indahnya pelangi di atas permukaan laut, namun sebenarnya banyak permasalahan yang tidak tampak di dalamnya.

Pada bagian pertama ini, mari melihat bagaimana kondisi nyata di Inggris, Kanada, dan skenarionya di Indonesia.

Lihat pos aslinya 2.146 kata lagi