bogor rendezvous

untaian angka yang lepas satu-satu
menggurat sudut mata bercelak hitam

rintik hujan dan hijau dedaunan
kaki-kaki bergegas

sungai menderas lepas
masih indah dan jernih

kataku ikut macet merayapi puncak bogor
ada kenangan dari cerita kita

ingin meruah rindu
pada batu sudut taman
tempat rihat kita sambil mengunyah lakon kehidupan

tentang siapa mau jadi apa
lalu sambil tertawa, kau tanya bagaimana?

perjalanan ini harus dimenangkan
setidaknya kita menjadi orang baik
tidak menjadi orang yang lupa Tuhan

 

raja gagak berwajah nuri

gagak+nuri.jpg

Kebodohanku tidak dapat kututupi dengan penampilanku

Kalau ada yang tertipu tentu itu orang bodoh yang lain

Orang yang berakal akan mengurai isi, bukan penampilan

walau polesan dustaku selangit, polesan manis gincu berlumur mentega

namun ketika kenyataan jauh dari harapan

maka akan kutuai juga kutukan, dan orang yang berilmu memalingkan muka

maka janganlah kau tertipu penampilanku, tutur manis kataku

jika kau tak melihat diriku satu kata dengan perbuatan

maka kutuklah aku dengan sebutan pendusta

jika kau ingin remah rotiku sanjunglah aku

sampai kau lupa diri mana yang asli mana yang palsu

dan kau akan mati sebagai kutubusuk

jika kau tanya siapakah aku

akan kujawab aku adalah gagak berwajah nuri